55. Musnah

1781 Kata

**** Awan bergelayut hitam, angin menderu-deru seolah mendukung syahdunya peperangan saat itu. Jangankan Liuu Qiang Wen, Yun pun tak mengerti kenapa hari ini semuanya seakan sudah dicatat sebagai takdir. Matinya ayah Liuu Qiang Wen dan juga perginya Panglima Ming seakan menambah daftar baru orang-orang terkasih yang pergi mendahului mereka. Srett. Anak panah kembali dilancarkan, saat ini fokus peperangan bukan lagi Liuu Qiang Wen melainkan Yun sendiri. Wanita bermanik merah dengan kobaran api di sekujur tubuhnya menarik perhatian para dewa hingga merasa perlu waspada kepadanya. Sebagai seorang suami, Liuu Qiang Wen tak tinggal diam. Meskipun tujuan utamanya untuk membalas dendam pada sang ayah sudah terwujud, ia masih punya kewajiban yakni menjaga bayi beserta ibunya agar selamat. Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN