**** "Ratu....." suara Liuu Qiang Wen tertahan ketika melihat istrinya berdiri mematung menghadap hamparan pasir kuning yang tidak berbatas. Pria itu mendekat sembari mengencangkan baju zirah besinya yang mulai melonggar. Matanya terkesima melihat istrinya tengah memejamkan mata dan perlahan rambutnya yang hitam kelam berubah menjadi putih. "Sebaiknya kau persiapkan segalanya, pasukan dewa terlalu banyak dan kita tak mungkin bisa menandinginya dalam waktu singkat." peringat Yun Xiaowen dingin. Liuu Qiang Wen menganggukkan kepala, ia mundur beberapa langkah tanpa melepaskan tatapan pada istrinya, Yun Xiaowen. "Sebaiknya Yang Mulia tidak mengganggu, dia sedang berkonsentrasi dengan alamnya. Peperangan ini akan menjadi sangat panjang mengingat pasukan yang kita hadapi jauh lebih hebat da

