BAB 8

1012 Kata
"Ya udah,sekarang kamu makan ya."Giyan membelai kepala Haira setelah Haira tahu semua kebusukan Raya. Haira mengangguk."Iya,mendadak aku jadi laper gara gara emosi."Haira memegang perutnya yang keroncongan setelah melakukan hal bodoh memikirkan perasaan Raya si sahabat munafiknya. "Nih...ammm."Giyan mulai menyuapi Haira. Haira diam sejenak dan malu malu membuka mulutnya. "Nah gitu pinter tapi mangapnya kecil amat,kayak beruang lah biar sekali sekop habis." "Ih Giyan,nggak so sweet lagi jadinya."Haira senang bisa kembali dekat dengan Giyan. "Haira,aku lolos seleksi pemain buat turnamen pekan depan.Kamu jangan lupa nonton aku tanding ya." "Wihhh keren bangett.Ia aku nonton kok,sekalian bawa massa nanti biar kayak demo." "Kamu ada ada aja,mau di tembakin gas air mata?" "Coba aja,paling aku nangis duluan pas ditegur.Nggak perlu pakai gas air mata." "HAHAHHAA."Giyan langsung terbahak mendengar kata kata Haira. Haira juga ikut geli dan tertawa bersama. "Kelas kamu ke pantai juga nggak minggu ini?" "Ikut dong,ntar kita foto foto ya Haira." "Ihh,ntar orang orang malah curiga." Giyan berhenti sejenak menyuapi Haira."Haira,aku tahu kita udah tunangan,tapi kita belum punya hubungan murni kan.Sekarang aku tanya degan jelas.Kamu mau nggak jadi pacar aku?" "Deg!"Haira pingsan tertembak didalam hatinya.'Giyan nembak aku?!!!!' Haira menyilangkan jari jemarinya."Emmm,...tapi kita nggak akan berubah kan kalau pacaran?" "Ya enggak lah,mana juga kita bisa berubah jadi powerangers." "Ihhhhh bukan,kamu mulai deh."Haira sedikit ngambek di saat serius seperti ini Giyan sempat sempatnya bercanda. "Iya..iya..maaf.Gimana gimana?"Lanjut Giyan lagi. "Aku maunya kita tetap asik asik gitu,aku nggak mau jadi jaim jaim sama menye menye lebay kayak terlalu romantis." "Iya dong,harus gitu ngapain juga kita kayak pasangan drakor.aku juga nggak mau." Giyan menatap Haira lagi."Jadi gimana?Mau nggak jadi pacar aku?" "Iya,aku mau."Haira malu malu menjawab dengan suara pelan. Giyan nampak sangat girang dari rona wajahnya."Beneran kamu mau jadi pacar aku?" "Iya,Giyan." Giyan merasa seperti mimpi akhirnya bisa mendapatkan pujaan hatinya. "Cup."Tiba tiba saja Haira mengecup pipi Giyan tanpa aba aba. Giyan mematung dan Haira juga salah tingkah setelah perbuatan nekadnya. ***** "Masih anget,nggak bakal aku cuci deh nih muka.Ada cap bibirnya Haira."Sepulangnya dari rumah Haira,Giyan memegang pipinya yang tadi Haira kecup sambil menyetir. Begitu juga Haira yang masih sibuk melompat,melempar bantal,menghambur hamburkan isi kamarnya karena amat girang jadian dengan Giyan. "Yeeeyyyyyyy....yipppy."Haira melompat lompat di kasurnya lalu terbaring sambil memegang dadanya.Menatap langit langit kamarnya yang terhias wajah Giyan. 'Emang gini ya jatuh cinta?Rasanya kayak di padang bunga...indahhh bangett.' Kedua muda mudi ini sama sama di mabuk cinta dan semuanya terasa amat indah. ***** Haira masuk sekolah keesokan harinya,ia tidak peduli lagi dengan persoalan Raya. Ia juga mendapat kabar jika Raya sedang di rawat di Rumah Sakit.Haira tahu betul jika itu pasti akibat ulah Raya sendiri yang nekad menyayat tangannya. "BRUK."Karin menabrakkan bahunya pada bahu Haira. "Awwww.."Haira tentu kesakitan dengan benturan itu. "Upps,,,sengaja."Karin dengan enteng dan tanpa rasa bersalah menatap Haira. "Skak."Haira balas menginjak kaki Karin. "Maaf,sengaja juga!"Balas Haira lagi. Karin masih kesakitan dengan kakinya yang diinjak Haira.'Gadis t***l!!!Awas aja kamu!' 'Dasar nenek sihir!Amit amit dedemit sekarang udah main fisik sama aku!Dulu dulu cuma mandang judes aja!Apa dh tw kali ya aku sama Giyan makin dekat?Ahh bodo amat!'Haira juga ikut kesal dengan kelakukan Karin. Haira terus berjalan tanpa memandang kebelakang lagi. "Haira." "Eh Sarah."Karin tiba tiba di sapa oleh gadis pendiam di kelasnya.Tapi Sarah gadis baik baik dan tidak banyak bicara. "Haira,bisa nggak kita ngomong bentar?" 'Eh tumben dia ngajak aku ngomong?'Haira tentu curiga pada Sarah karena sama sekali tidak pernah bicara dengannya sebelumnya.Tapi ia tidak sampai hati menolak permintaan Sarah. "Ayo deh,mau ngomong apa Sarah?" Sarah menatap Haira lalu membawa Haira ketempat yang lebih sepi.Disanalah Sarah memperlihatkan hasil rekamannya semalam. Haira shock berat walau sudah mendengar versi ceritanya,yang Sarah tunjukkan adalah rekamana Video perbuatan Raya semalam.Saat itu kebetulan Sarah disana,karena tempatnya yang bersekat dan cahaya lampu yang remang remang,Raya tidak mengetahui keberadaan Sarah. Sarah hampir hampir tidak percaya saat merekam semua itu,ia tidak menyangka Raya adalah psikopat gila yang mengganggu hidup Haira dan Giyan. Haira mengembalikan ponsel Sarah setelah selesai menonton vedeo mengerikan seperti potongan adegan di drama psikopat itu. "Aku nggak ada maksud hancurin persahabatan kamu sama Raya kok Haira." "Nggak Sarah,aku yang makasih.Aku udah tahu kok semuanya,Giyan udah cerita." Sarah sedikit bertanda tanya namun canggung bertanya pada Haira yang menyebutkan nama Giyan tadi.Seperti yang satu sekolah tahu jika Giyan dan Haira adalah Tom and Jerry disekolah. Haira tersenyum kecil lalu berbisik mendekat pada Sarah."Ini rahasia ya,aku sebenarnya udah jadian sama Giyan." "APA?"Suara Sarah tiba tiba meninggi kaget. "Ssssstttt Sarah."Haira celingukan kiri dan kanan takut ada yang mendengar. "Maaf,maaf Haira.Aku keceplosan nggak sengaja." "Hehehe,nggak apa apa." Sarah dan Haira lalu tersenyum bersama dan menjadi awal permulaan pertemanan mereka. Haira baru tahu jika Sarah gadis yang baik,ia juga telat menyadari jika Sarah ingin berteman dengannya sejak dulu. Sarah nyaman di ajak bicara dan memiliki banyak hobi yang sama dengannya. Keduanya bahkan sudah berencana untuk nonton konser K-Pop bersama. Semudah itu untuk keduanya akrab dalam waktu yang cepat. **** "Giyan,Haira tuh.Nggak di kasi cap bola dulu nih?" Saat Haira melintasi lapangan sepak bola sekolahnya,Giyan dan teman sekelasnya sedang pelajaran olahraga dan bermain bola seperti biasa. Salah seorang teman Giyan mengusulkan Giyan menjahili Haira lagi. Haira menatap pada Giyan."Awas aja kamu tendang kesini bolanya!" "Ngapain nendang bola kekamu,mending aku aja yang ngelempar diri kekamu." "Cieeee." "Swittt...Suittttt." "Lempar diri katanya bahhhh." "Giyan udah nemuin gawang cintanya nihhh." "Gombal banget Giyannn kayak udah pro aja." Semua teman teman Giyan mengolok Giyan,Giyan juga hanya tertawa ringan. Tapi Haira berbeda.Ada sesuatu yang ingin ia lakukan."Giyan,pinjam bolanya dong." "Eh,tumben?"Giyan terheran sekarang.Tapi ia menendang kecil bola itu membagikannya ke Haira. "Yap."Haira mendapat bola di kakinya. Mata Haira menatap lurus,lalu "Shooooott."Kaki Haira melesat menendang bola mengarah ke Giyan. "Smasshhh."Bola itu berputar di wajah Giyan dengan sempurna. "Tuhhh buat balas yang dulu dulu kamu suka jahilin aku."Haira tertawa puas lalu pergi setelah sebelumnya sempat menjulurkan lidah. "widiawwww Giyyyy,muka lo jadi Gawang nih hari ini." "Ketika air s**u di balas air kobokan." "Karma nggak instan tapi berkesan." "Giyan gombal lo jelek kali,bukannya dapat attention malah accident.." "Kecelakaan dia,ayo claim asuransi..Kita bawa Giyan ke UKS biar di infus pakai alkohol. Teman teman Giyan masih rame mengolok Giyan lalu mengangkat Giyan ramai ramai. Giyan hanya tertawa santai setelah akhirnya merasa menjadi Haira.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN