BAB 9

1501 Kata
"ANAK ANAK SEBELUM NAIK KE BUS PASTIKAN SEMUA BARANG BAWAAN KALIAN DI BAWA!Dilarang membawa benda tajam,minuman keras juga kondom ya!!!!" Guru guru sekolah Haira mulai mewanti wanti para muridnya sebelumnya karyawisata ke pantai. Semua murid berkumpul di halam depan sambil menunggu bus sekolah datang.Semua sudah memegang koper atau tasnya masing masing dengan pakaian bebas. Karin bahkan menarik perhatian dengan outfitnya yang agak seksi juga mencolok karena tali bikinya sengaja ia perlihatkan. Siswa pria ramai memandang kagum dan terpesona pada Karin. Tapi wali kelas Karin tentu tidak suka dengan penampilan muridnya ini.Ia di sidak di tempat. "Karin!Kamu itu pakaianya tebuka,tembus pandang lagi!Kamu kira ini LA!Ganti baju kamu!" "Tapi ini kan mau ke pantai bu."Protes Karin sambil melepas kacamatanya. "Iya memang mau ke Pantai,kalau outfit kamu malah kayak mau jual diri!Jualan aja di pinggir jalan sana!" "300 ribu boleh neng?"Celetuk seorang siswa. Karin mendongkol kesal,ia lalu ciut dan mengganti pakaiannya.Ditemani sorakan teman temannya. "Dia kira mau jadi ratu pantai kayak film dono!"Wali kelas Karin masih amat sewot dengan ulah Karin. Haira dan Sarah malah sibuk bercerita tentang keinginan mereka di pantai nanti. Tapi mata Sarah menangkap sesuatu."Haira,Giyan liatin kamu tuh." Haira menoleh dan memang benar Giyan sedang melihatnya dari kejauhan. Haira hanya tersenyum membalas senyuma Giyan. "Drett."Sebuah pesan masuk ke ponsel Haira. "I love u."Giyan mengirim Haira pesan singkat namun berkesan. Haira tersenyum."Love u too."Balas Haira lagi. Walau masih backstreet namun keduanya menikmati hubungan mereka sekarang. **** "Anak anak masuk ke dalam bus satu satu ya,nggak usah dorong dorong." Murid murid mulai masuk kedalam bus,saat itulah Haira yang masih duduk sendiri melihat Giyan juga masuk satu bus dengannya. Giyan juga melihat Haira,Haira berpura pura tenang dan berdebar.Ia sudah janjian duduk dengan Giyan,Sarah juga mengerti jadi ia duduk di kursi lain. Sarah jelas tadi membantu Haira bisa satu bus dengan Giyan. Giyan berjalan perlahan lalu duduk disebelah Haira. Haira pura pura melihat ke jendela sedangkan Giyan duduk sambil tersenyum disebelah Haira. Bus mulai di penuhi suara canda dan tawa para murid,semuanya turut bahagia tidak terkecuali pasangan yang sedang dimabuk cinta diam diam ini. "Haira..,"Giyan berbisik pelan sambil menyentuh punggung tangan Haira. Haira menoleh kesekitar lalu ke Giyan."Ihh Giyan,ntar ada yang liat." "Aman kok."Giyan lalu menggenggam tangan Haira. Haira tersentuh malu.'Haira,sampai kapan sih kamu masih tetap aja malu malu gini.Jadi gerah juga rasanya.'Haira masih belum bisa menyesuaikan diri karena Giyan adalah pacar pertamanya juga pengalaman pertamanya. Tapi tidak lama ponsel Giyan berdering,Giyan melepas tangan Haira dan mengangkat ponselnya. Haira sempat melirik dan melihat nama Kanza yang menelpon. Yapz,Kanza mantan Giyan juga orang yang Karin benci. 'Kanza?Ngapain dia nelpon?'Haira agak kesal karena Kanza merusak momennya dan Giyan. Giyan juga kelihatan sedang terlibat perbincangan serius dengan Kanza. "Ada apa?"Haira lekas bertanya setelah Giyan selesai menelepon Kanza tadi. "Itu,Kanza di rawat di rumah sakit.Dia kebetulan pulang ke Indo tapi langsung drop.Terus harus dirawat." "Kamu khawatir?" Giyan menatap Haira."Iya Haira,gimanapun aku sama dia temanan.Aku masih care sebagai teman aja kok." Haira nampak kecewa dengan Giyan.'Ngapain juga tuh mantan pakai ngabarin dia sakit?Emangnya Giyan dokter?!Giyan juga rada sedeng,bisa bisanya masih temanan sama mantan dan peduli gitu depan aku yang pacarnya!Nyebelin!' "Haira,kamu nggak marah kan?"Giyan bertanya lagi karena Haira nampak berbeda. "Nggak kok."Jawab Haira singkat sambil melihat jendela. Detik berikutnya,Giyan sibuk bertukar pesan dengan Kanza alih alih berbincang dengan Haira. Haira makin kesal dan dongkol.'Ngapain juga aku duduk sama kamu kalau endingnya gini!' Karin yang ada dikursi depan Giyan juga tahu jika Giyan tadi bertelfonan dengan Kanza. Karin masih tidak menyukai Kanza hingga detik ini.'Dasar cewek gatal!nggak mama,nggak anaknya sama aja gatal!!Untung udah pisah sama papa!' **** Bus sudah sampai di tujuan,Haira sama sekali tidak menikmati perjalanannya karena Giyan sibuk sendiri. Haira keluar bus lebih dulu di susul Sarah. "Haira,kok kamu bete gitu mukanya?Marahan sama Giyan ya?" "Ngeselin banget Giyan.Dia malah sibuk chat sama mantan terindahnya.Aku jadi di cuekin." "Ih kok gitu sih,kamu nggak marah?" "Marah lah,dia aja nggak peka.Udahlah jangan bahas dia.Biarin aja." "Iya,kita senang senang aja ya." "Okeee."Haira memilih tidak peduli dan mengasyikkan diri bermain di pantai dengan Sarah. Saat asik kesana kemari,Haira mendengar desas desus jika Raya mantan sahabatnya harus di rehabilitasi karena kesehatan mentalnya yang buruk.Raya tidak akan bersekolah lagi karena harus fokus untuk pengobatannya. Haira lega karena ia tidak harus bertemu dan menghadapi Raya lagi kedepannya. Setelah kejadian malam itu,Raya mengamuk saat dirumah sakit,ia mendapat pemeriksaan khusus setelah luka sayatannya di tangani. Ternyata setelah diperiksa oleh psikiater,Raya memang mengidap gangguan mental marah karena obsesi yang berlebihan. Raya harus di rehabilitasi di RSJ untuk waktu yang belum ditentukan. Haira amat menikmati momen di pantai ini,ia dan Sarah bergiliran saling foto dan menguploadnya ke media sosial satu sama lain. Saat sedang asik berlarian di pantai,Haira terkejut saat seseorang memanggilnya. "HAIRAAAA." Haira menoleh ke sumber suara itu."Ehhhh ...Elangggggg." Haira langsung kelihatan riang gembira,pria yang ia sapa Elang itu berlari menghampiri Haira. "Kamu ngapain disini Elang?Bukannya kamu study di Jepang ya?" "Lagi liburan Haira,kebetulan aku sama teman teman aku pengen ke pantai.Ehhh malah ketemu kamu." Semua mata tertuju pada Elang,anak SmA yang sudah seperti mahasiswa dengan postur tinggi,badan kekar dan kulit putih.Elang sendiri adalah teman lama Haira saat SmP.Elang pindah ke Jepang saat SMA.Haira dan Elang sangat akrab dulunya karena duduk sebangku,Elang juga nyaman di ajak berdiskusi dan benar benar tempat ternyaman Haira untuk cerita saat itu. Terlebih elang sangat tampan sekarang,ia atlet basket juga rajin melatih kebugaran di Gym. Mata Giyan lalu tertuju pada Haira.'Siapa tuh?!Kok akrab banget sama Haira!Kurang ajar tuh cowok!Haira ganjen lagi!Pakai senyum lebar terus apa!!Pegang pegang lengan cowok berotot gitu!'Giyan langsung panas hati melihat Haira. Tapi Karin juga terkagum,ia memandang Elang sampai jantungnya berdetak lemah seakan ingin berhenti.'Dia keren bangett.'Baru kali ini Karin mengagumi pria selain Giyan karena benar benar terpesona pada Elang. ***** "Kamu ngapain!"Giyan menghampiri Haira yang masih berbincang akrab dengan Elang. Haira memicingkan mata menatap Giyan sinis."Nggak liat orang lagi ngobrol!"Balas Haira ketus. "Kok gitu nadanya!?"Giyan juga terpancing emosi sekarang. "Siapa Hai?"Elang bingung dengan kehadiran Giyan yang tiba tiba di antara mereka. Giyan menatap Haira,menanti jawaban yang akan keluar dari mulut Haira. "Nggak tahu,bukan siapa siapa aku.Yuk kita ngobrol disana aja.Lagian aku sehat sehat gini,nggak penting juga mau di perhatiin."Haira balas menyakiti Giyan karena ulah Giyan tadi. "Sarah,yuk ikutan." "Eh,iya Haira."Sarah mengikuti Haira dan Haira lanjut berbincang bersama Elang. Giyan naik pitam,wajahnya memerah apalagi Elang berhasil membuat Haira selalu tertawa sejak tadi.'Kamu pikir kamu siapa boleh ganggu pacar orang!'Giyan mulai kehilangan akal sehatnya. Giyan mulai mengikuti dari belakang dan berjalan lebih cepat,ia lalu menarik bahu Elang dan BAAAAAMMMMM. Giyan melayangkan sebuah pukulan ke wajah Elang hingga terjatuh. "Aaaaaaa..Kamu kenapa sih!"Haira marah besar dan khawatir pada Elang.Haira duduk disamping Elang dan amat cemas. "Kamu malah bela dia?!"Giyan malah makin kesal dengan ulah Haira. "Dia nggak salah!Kamu yang salah Giyan!Ngapain juga kamu ngamuk nggak jelas Hah!Kamu gila!!" "Gila kamu bilang!Kamu tuh yang nggak punya perasaan!Kamu dekat dekat sama ketawa ketawa depan cowok gitu!Padahal kamu tuh pacar aku!Kamu nggak bisa mikir!" Haira sekarang yang naik pitam."Nggak bisa mikir kamu bilang!Kamu tadi di bus sibuk telfonan sama chat sama mantan terindah kamu itu!Sekalian aja kamu ikutan sakit biar dirawat sama sama dengan dia sana!Harusnya pakai otak kamu,cewek mana yang nggak kesal kamu masih perhatian sama mantannya!Masih temenan dekat sama mantannya!Masih khawatir!Kalau masih sayang jadian lagi aja sana!Kita PUTUSSSSS!!Maaf aku nggak bisa terima masa lalu kamu!"Haira menumpahkan semua kekesalannya. Untungnya mereka berada jauh dari kerumunan siswa sehingga keributan ini tidak terdengar siapapun. Akhirnya Giyan tertampar dengan kebodohan yang ia lakukan dan menerima ganjarannya. ***** "Whattt!!!Tunangan?Calon suami?"Haira akhirnya menceritakan semuanya tentang Giyan pada Elang.Haira hanya bicara berdua karena Sarah tahu jika Haira pasti perlu waktu untuk bicara dengan Elang. "Ya gitu deh,gimana lagi."Haira lega setelah berterus terang. "Tapi kamu kan sempat pacaran juga dan kamu bilang kamu suka sama dia.Terus kenapa bilang putus tadi?" "Gimana nggak putus?!Dia aja masih perhatian sama mantannya!Jahatin kamu lagi!!!Biar aja,aku nggak rugi!" "Ya elah,tetap aja nanti kamu nikah sama dia kan?" "Ihhhhh udaahhh!Aku lagi kesal tahu!!!!" "Oke..okee...Aku minta maaf ya Haira."Elang melembutkan suaranya,ia paham betul jika perasaan Haira sedang kacau saat ini. Tapi setelahnya Haira kembali ceria setelah mendengar hal hal menarik yang Elang ceritakan. Elang tidak lama berada di Indonesia,tidak lama lagi ia harus kembali ke Jepang karena liburan sekolahnya akan segera usai. Saat suasana hatinya kacau,Elang datang tepat waktu menghibur Haira. ***** "Haira,tunggu." Haira menoleh dan tumben yang memanggilnya ada Karin. "Kenapa?Kamu manggil aku?"Haira masih memastikan dirinya yang di panggil Karin atau bukan. "Ya iyalah masa,masa iya aku manggil bibik jamu." "Yah tumben?" "Udah Haira,aku lagi nggak pengen debat sama kamu.Aku cuma pengen nanya soal cowok tadi?" "Cowok tadi?Elang maksud kamu?" "Elang?Keren banget namanya.Kenalin dong Haira?' Haira melihat jelas jika Giyan sudah tersingkir dan Elang menjadi incaran baru Karin."Udah capek ya sama cinta yang bertepuk sebelah tangan?"Olok Haira lagi. Karin menatap sinis."Bukan urusan kamu!" "Ihhh,nggak ah.Aku nggak bakalan kenalin kamu sama Elang.Ngeri juga kalau sahabat aku di kenalin sama cewek brutal kayak kamu.Elang anak baik baik tau!" "Brutal?!!Enak aja kamu kembang letoy!" "Tuh kan!Keluar deh setan dari tubuh kamu!Ogahan aku kalau sahabat aku dekat sama kamu.Ntar kerasukan setan jadinya." "HAIRAAAaaa."Karin hanya bisa menahan kesal karena Haira malah memilih lari dan meninggalkannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN