Muka Carrie terlihat dipenuhi kemarahaan dan kejengkelan. Dia duduk di tepi ranjang, dengan pandangan mengarah ke jendela yang masih tertutup. Kamar ini agak remang, tapi bukan berarti seseorang takkan kelihatan kalau masuk. Carrie yakin melihat seseorang dan itu bukanlah mimpi atau halusianasi. Jika memang bukan Kobayashi pastinya itu Renatta. Setelah apa yang wanita itu lakukan padanya, wajar saja dia terus menaruh curiga. “Kau jangan seperti anak kecil begini,” kata James mengunci pintunya, lalu berjalan mendekati ranjang. “Sayang, Sayangku— hei, jangan begini.” “Kenapa kau kemari? Lakukan saja kegiatan kriminalitasmu dengan Renatta.” Carrie enggan menatap wajah James. “Ada apa ini? Kenapa kau menjadi semakin sinis begini? Kau bilang akan percaya padaku— dan semua akan baik-baik saj

