Carrie dan James mengikuti dua pemburu itu dengan sikap waspada. Keduanya masih berusaha tenang. Pondok yang disinggahi oleh pemburu kota ini berada di balik rerimbunan semak yang tingginya hampir dua meter, masih berada di sekitar aliran sungai. Kondisi pondoknya juga sedikit kurang layak, dalam artian seperti masih belum dibersihkan benar. Sebenarnya pondok serba kayu ini cukup kokoh, dan kelihatan masih baru dibangun. Hanya saja, banyak sekali sarang laba-laba di sekitar atap teras. Bukan hanya itu, kusen jendela kayunya terlihat sudah berkarat. Ketika pemburu itu mendaki undakan menuju teras, lantai kayunya terdengar berulang kali berderit— tempat ini jarang dikunjungi sehingga menjadi seperti pondok hantu. “Ayo masuklah,” ajak Franco mempersilakan, “maaf karena tempat ini agak koto

