Rose sedang duduk di kursi kebenarannya. Rose Kimberly tulisan yang dicetak pada batu granit dengan tulisan berwarna emas berada diatas meja sebagai papan nama kepemilikan yang menandakan bahwa dirinya adalah predir dari perusahaan tesebut. Rose sedang menumpu kepalanya dengan kedua tangan. Dia berusaha memikirkan cara untuk mengatasi kekacauan yang terjadi. Seseorang seperti sedang memporak porandakan perusahaan. Tok! Tok! Tok! Pintu kembali diketuk. Padahal tadi pintu itu baru saja tertutup 5 menit yang lalu. Tentu saja seperti biasanya sejak 2 hari terakhir para direktur masuk keruangannya membicarakan masalah yang sedang terjadi. Rose menghela nafasnya sambil bersandar di kursi, "Masuk!" Titahnya sehingga asisten yang ada didekat pintu membukakan pintunya dari dalam. Seorang p

