Bagian 10

1678 Kata
Bagian 10 ❤❤(⌣_⌣”)❤❤ Keesokannya... Reza memberanikan diri datang ke kediaman Flora di temani oleh kedua sahabatnya. Reza mendapatkan alamat rumah Flora dari Jeng Tessa sang pemilik studio pemotretan. Reza dan kedua sahabatnya hanya bisa memandangi kediaman Flora dari kejauhan. Flora tidak hanya tinggal dengan Melody di rumah itu, disana juga tinggal keluarga besar Flora. Senyum Reza mengembang lebar saat melihat Melody baru saja keluar dari dalam rumahnya. Melody terlihat cantik dan menggemaskan disana, tangan kanannya mendekap boneka unicorn kesayangannya. Lalu Melody bermain dengan beberapa temannya yang datang kerumahnya. Tawa dan senyum Melody begitu lepas bermain dengan temannya. "Anakmu sangat cantik, aku menyukai anakmu dude!" ucap Oddy tiba-tiba. Reza dan Yogi menatap Oddy dengan tubuh meremang, "kau bukan seorang p*****l kan?!" tuduh Reza. "Heh memangnya aku ada tampang seperti itu?!" teriak Oddy tidak terima dengan tubuhan Reza. "Kau baru saja mengatakan menyukai anakku!!" seru Reza. "Aku hanya menyukainya! Dia terlihat lucu, apa itu salah?!"tanya Oddy marah, "melihatmu sudah punya anak, aku jadi ingin menikah dan juga mempunyai anak..." ucapnya kemudian membuat Yogi dan Reza tertawa kencang. "Kau ingin menikah dengan siapa?!" gurau Yogi, "kau saja masih jomblo hingga detik ini!" hinanya kemudian. Oddy langsung melempar bantal berbentuk sapi kearah Yogi. Reza hanya menggeleng pelan mendengarnya, lalu dia keluar dari dalam mobilnya dan melangkahkan kakinya kearah halaman kediaman Flora. Kebetulan gerbang rumah Flora tidak terkunci. Senyumnya semakin mengembang melihat Melody yang tengah bermain. "Melody!!" panggil Reza membuat Melody kontan menoleh. Sepasang mata mungil milik Melody melebar, dia sangat terkejut melihat kedatangan Reza secara tiba-tiba itu. "Papa!!" teriaknya gembira dan berlari kencang kearah Reza. Reza langsung menggendong tubuh Melody dan mengayunkannya pelan membuat Melody tertawa. "Papa, aku sangat merindukan papa..." akui Melody. Reza tersenyum, "aku juga..." balasnya membuat Melody tersenyum senang, lalu putri kecilnya itu mengecup pipinya mesra. Reza berjanji kepada dirinya sendiri akan menerima Melody di kehidupannya. Semenjak kemunculan Leon, dia tidak ingin pria itu merebut Melody dari sisinya. Ada rasa penyesalan di hati Reza, dia tidak ada disana ketika Melody tumbuh, tidak ada kenangan manis diantaranya dan juga Melody. Memikirkan hal itu membuat hatinya semakin sesak. Jujur saja dia begitu malu dengan Flora yang telah melahirkan, membesarkan dan merawat anaknya tanpa kehadirannya. "Kau kan Reza Fernandez?!" teriak seseorang tiba-tiba membuat Reza dan Melody kontan menoleh. Sepasang mata elang Reza melebar saat melihat sosok yang sangat dia kenal. Seseorang itu adalah nenek Flora, oh Tuhan kenapa aku harus bertemu dengan nenek tua itu!!-bati Reza miris. Orang yang tidak ingin dia temui dalam keluarga Flora adalah nenek Flora. Nenek Flora sangat tidak menyukai Reza, begitupun dengan Reza. Jika bertemu mereka selalu saja perang mulut. "Untuk apa kau kesini?!" tanya nenek Flora bertolak pinggang, "pergi kau!" usirnya, "jika kau tidak mau pergi aku akan menembakmu!!" ancamnya, nenek Flora adalah mantan pejuang. Dia mempunyai banyak senjata zaman dulu sebagai koleksinya. Reza berusaha tidak mempedulikan ancaman nenek Flora, lalu dia menghampiri nenek Flora tanpa melepaskan gendongannya kepada Melody. Melody mengulum senyumnya saat melihat neneknya memerahi Reza. Oddy dan Yogi yang mendengar ancaman nenek Flora langsung keluar dari dalam mobil, mereka tidak ingin nenek Flora bertindak nekat dan benar menembak Reza. Mereka sangat mengenal karakter nenek Flora, semua yang keluar dari mulut wanita tua itu tidak main-main. "Apa kabar Nek?" sapa Reza dengan senyuman lebar. "Untuk apa kau tanya kabarku?!" balas nenek Flora marah, "Turunkan cicitku!!" perintahnya, Reza menggeleng, "Meloo cepat turun sayang!" serunya kembali. "Aku tidak mau ninih, aku ingin bersama papa..." tolak Melody membuat Reza tersenyum kemenangan. "Dia bukan papamu Meloo!" teriaknya penuh amarah. Tiba-tiba Flora keluar dari dalam rumahnya, wajahnya terlihat kesal, "aduh ada apa sih pagi-pagi begini sudah ribut?!" teriaknya sebal. Sedetik kemudian sepadang mata Flora melebar, dia begitu terkejut melihat Reza dan kedua sahabat pria itu berada di kediamannya, "Kau?!" pekiknya Reza tersenyum lebar kepada Flora, "hai..." sapanya. "Untuk apa kau datang kesini?!" tanya Floa heran. "Untuk bertemu dengannya..." jawab Reza memandangi Melody sesaat, lalu dia kembali menatap Flora, "aku merindukannya Flo..." akuinya. Flora tersenyum kecut mendengar perkataan Reza, "kau merindukan anakku?!" pekiknya tidak percaya. Reza mengangguk mantap, "yah aku sangat merindukannya..." ucapnya menghela napas, Flora menatap Reza tidak percaya, "aku juga merindukanmu Flo..." ujarnya kemudian, wajahnya terlihat serius saat mengatakan hal itu. Flora melipat kedua tangannya, dia tidak mudah percaya begitu saja dengan perkataan Reza. "Melody, cepat turun dari papamu sayang dan masuk ke dalam kamarmu..." perintah Flora lembut kepada anaknya. Melody menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Reza, "aku masih ingin sama papa, ma..." tolaknya kembali. "Ninih akan mengambil senjata ninih agar si pria laknat itu tidak mengambil cicitku!" seru Nenek Flora penuh amarah dan masuk kedalam rumah untuk mengambil senjatanya. Oddy dan Yogi kontan berlari menghampiri nenek Flora dan menahan wanita tua itu untuk tidak mengambil senjata miliknya. Kedua pria itu tidak ingin ada pertumpahan darah di kediaman ini. Reza memang pantas dibenci oleh keluarga Flora tetapi tidak seperti ini caranya. Flora menghampiri Reza dengan hembusan napas, "Za, kau lihat kedatanganmu hanya membuat keributan dirumahku... aku mohon padamu Za, pergi dari rumahku dan biarkan aku dan Melody hidup tenang..." pintanya memandangi Reza. Reza menggeleng, "aku tidak akan pergi kemanapun, kau dan Melody adalah tanggungjawabku sekarang..." ucapnya bersungguh-sungguh. Flora tersenyum kecut mendengarnya, "tanggungjawab? Tanggungjawab apa yang kau bicarakan Za?! Kita sudah bercerai enam tahun yang lalu, banyak hal yang aku lalui tanpamu disisiku Za. Sekarang kau datang kembali, membuatku tidak tenang dan sekarang kau mengatakan aku dan Melody adalah tanggungjawabmu?" ucapnya dengan mata mengembang, "aku tidak akan meminta pertanggungjawaban apapun darimu Za, aku sudah terbiasa melalui hari-hariku yang sulit tanpamu..." ujarnya kemudian. Reza terdiam mendengar perkataan Flora, lalu jemarinya menyeka airmata Flora yang menetes di pipinya. Hatinya sangat hancur melihat Flora menangis, wajah wanita itu terlihat banyak beban disana. "Beri aku kesempatan kembali Flo, untuk memperbaikinya kembali..." ucap Reza lirih. "Aku sudah pernah memberikan kesempatan padamu, tetapi kini tidak ada lagi Za..." balas Flora membuat Reza tertegun, kemudian Flora merebut paksa Melody yang masih dalam gendongan Reza. Reza melepaskan Melody dan membiarkan Flora membawa anak perempuannya itu bersamanya. Kedua mata Reza mengembang, wajahnya terlihat sedih ketik Flora masuk ke dalam rumahnya bersama anaknya diikuti oleh nenek Flora. Oddy dan Yogi yang melihat kesedihan di wajah Reza langsung menghampiri Reza dan mencoba menenangkan pria itu. Lalu Reza berjalan keluar halaman rumah Flora diikuti oleh kedua sahabatnya. "Reza..." panggil seseorang tiba-tiba membuat Reza dan kedua sahabatnya menoleh. "Mama?!" pekik Reza dengan mata melebar saat melihat mantan ibu mertuanya tersenyum kepadanya. Jantung Reza berdebar kencang saat mantan mertuanya itu berjalan menghampirinya. "Apa kabar nak?" tanya Tamara, ibu Flora. Reza tersenyum dengan helaan napas, "baik ma..." jawabnya. Tidak lama Reza merasakan pelukan hangat yang diberikan oleh mantan ibu mertuanya itu. Reza memejamkan kedua matanya saat merasakan tubuh mantan ibu mertuanya itu gemetar, yah mantan mertuanya itu menangis di dalam pelukannya. Oddy dan Yogi yang melihat itu hanya terdiam dan berusaha tidak ikut campur dalam permasalahan Reza. Biarlah Reza yang menyelesaikannya. ❤❤(⌣_⌣”)❤❤ "Mama senang melihat kau datang kembali Za..." ucap Tamara memandangi taman dihadapannya. Reza hanya terdiam memandangi ibu Flora, wajahnya semakin terlihat menua namun tidak mengurangkan kecantikan yang dia miliki. "Semenjak kalian bercerai, Flora begitu terpuruk Za. Dia sangat mencintaimu dan perceraiannya darimu membuatnya depresi..." ucap Tamara membuat Reza tertegun, "apalagi saat dia mengetahui bahwa dia hamil anakmu, dia semakin sedih. Tetapi kesedihan dan rasa depresinya hilang begitu saja seiringnya waktu sejak kelahiran putri kalian." Ucapnya tersenyum mengingat sosok Flora, "waktu dia masih hamil Melody, setiap malam dia selalu menyebut namamu dalam tidurnya. Dia sangat merindukanmu waktu itu Za..." lanjutnya memandangi Reza dengan senyuman tipis. Reza hanya terdia mendengar semua perkataan Tamara tentang Flora. Perkataan Tamara membuatnya semakin bersalah kepada Flora. "Mama sudah pernah mencoba menyuruhnya untuk menghubungimu kembali, jika memang dia sangat mencintaimu... tetapi Flora menolaknya, dia tidak ingin menganggu kesenanganmu yang selama ini dia larang selama kalian menikah..." ucapnya kemudian membuat airmata Reza menetes. Reza buru-buru menyekanya sebelum ibu Flora melihatnya menangis. Selama Reza menikah dengan Flora, wanita itu melarang kesenangannya bersenang-senang dengan para wanita dan kesenangannya menghabiskan waktunya di club bersama teman-temannya. Seandainya saja Reza bersikap dewasa waktu itu dia tidak akan pernah kehilangan Flora dan juga Melody di dalam kehidupannya. "Tidak lama, Melody hadir di kehidupan Flora. Melody membawa kebahagian untuk kehidupan Flora dan kami... Flora menamakan anak kalian Melody, dia ingin anak kalian akan selalu memberikan Melodi kebahagian untuk semua orang. Dan dia juga memberikan nama panjang Melody dengan nama belakangmu, Melody Fernandez..." ucap Tamara membuat Reza tertegun untuk kesekian kalinya, "dia begitu mencintaimu nak, sampai-sampai dia selalu memceritakan semua tentangmu kepada Melody." Reza memejamkan kedua matanya, kedua tangannya mengepal kencang. Dia begitu hancur mendengar semua perkataan Tamara. Dia sangat menyesal, benar-benar menyesal menyia-yiakan Flora dalam hidupnya. Jagalah seseorang yang peduli denganmu sebelum kau benar-benar kehilangannya...Nasihat yang pernah Yogi katakan kepadanya muncul tiba-tiba di benaknya. Ya Tuhan... batin Reza menangis. "Nak, kau masih mencintai Flora?" tanya Tamara kemudian. Reza menatap Tamara sendu, lalu dia mengangguk, "masih ma... aku sangat mencintainya..." "Jika kau mencintainya, biarkan dia bahagia dengan pilahan hidupnya..." ucap Tamara merenguh wajah Reza yang dipenuhi jambang tipis. "Mama tidak membenciku?" tanya Reza hati-hati. Tamara menggeleng, "kenapa mama harus membencimu?" "karena aku telah menyakiti hati Flora..." jawab Reza tertunduk. Tamara tersenyum, "sebagai seorang ibu, mama tidak ingin mengajarkan kebencian dan kemarahan kepada setiap anak mama... Tuhan saja memaafkan umatnya, kenapa kita sebagai manusia tidak saling memaafkan..." ucapnya membuat Reza tercengang. Reza tidak percaya ibu Flora mempunyai hati yang berjiwa besar, padahal kesalahannya kepada Flora tidak bisa dimaafkan begitu saja. "Ma, jika aku ingin kembali kepada Flora apakah mama mengizinkan?" tanya Reza kemudian, suaranya terdengar parau. Tamara menghela napasnya dengan senyuman, "mama mengizinkamu, tetapi tidak semudah itu nak... hati Flora sudah terisi dengan pria lain..." ucapnya memandangi wajah Reza. "Tidak masalah ma, aku akan merebut hati Flora kembali..." balas Reza bersungguh-sungguh. Tamara tertawa, "kalau begitu, semangat berjuang Reza... Mama akan mendukungmu!!" serunya membuat Reza tersenyum lebar. "Terima kasih ma..." ucap Reza dan memeluk ibu Flora. Tamara hanya mengangguk dan menghusap punggung besar Reza. Dia berusaha memberikan kesempatan kembali kepada Reza, dia sangat yakin Reza telah berubah. ❤❤(⌣_⌣”)❤❤  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN