Bagian 9 : Miss You

1454 Kata
Bagian 9 : Miss You ❤❤(⌣_⌣”)❤❤ Seminggu kemudian... Reza dan kedua sahabatnya baru saja tiba di sebuah club ternama di Bali. Kedatangan mereka ke club untuk bertemu dengan seseorang. Beberapa wanita menyembut kedatangan mereka penuh kehangatan. Salah satu dari wanita yang mengenal mereka mencium pipi mereka bergantian. Reza terlihat tidak begitu nyaman ketika beberapa wanita disana memandanginya dengan tatapan nakal dan juga menggoda. Berbeda dengan Yogi, pria itu membalas sambutan hangat wanita yang menyambutnya, Yogi adalah pemain handal dalam urusan wanita. Sedangkan Oddy terus berdoa dalam hatinya agar Tuhan selalu melindunginya dari bahaya imannya, dia tidak ingin kehilangan keperjakaannya. "Sudah lama kita tidak bertemu Mr. Fernandez..." ucap Sonya kepada Reza. Reza hanya terseyum kepada wanita itu, sepasang mata elangnya mencari seseorang di club ini. Sedetik kemudian kedua mata Reza melebar saat merasakan jemari Sonya sedang menulusuri lengan kokohnya. "Aku sangat merindukan kehangatanmu..." bisik Sonya dengan senyuman menggoda, "aku akan memberikanmu kepuasan seperti waktu itu, malam ini..." ucapnya kemudian. Kepuasan yang diberikan Sonya waktu itu hanya sekedar pelukan ringan sambil minum teh panas. Reza menyingkirkan jemari Sonya dari lengannya, "maaf sweety aku tidak ada waktu melakukan hal itu denganmu..." tolaknya membuat Sonya kecewa. Kemudian Reza melangkahkan kakinya menuju meja bar. Yogi tertawa setelah kepergian Reza membuat Sonya menatapnya heran. Lalu Yogi menyusul Reza diikuti oleh Oddy. "Sob, kau baru saja menolak Sonya?!" tanya Yogi duduk di samping Reza, kemudian dia memesan segelas wine kepada pelayan bar. Dia tidak percaya Reza mengabaikan wanita bernama Sonya, dulu Reza sangat dekat dengan Sonya. "Aku tidak percaya kau menolak wanita cantik seperti Sonya, bukankah kau dengannya dulu mempunyai hubungan singkat?" tanya Oddy memandangi Reza. Reza mengangguk malas, "aku pernah bertengkar dengannya ketika aku menolak untuk melakukan hubungan intim... meskipun aku mendekati wanita-wanita itu, aku tidak pernah melakukan hubungan selayaknya suami-istri dengan mereka..." akuinya membuat Oddy dan Yogi terkejut. Reza tidak ingin berurusan dengan para wanita itu karena sangat merepotkan, apalagi perasaannya masih terpaut dengan Flora hingga saat ini. "Kau serius Bro?!" seru Yogi memekik tidak percaya. "Ya serius lah, aku hanya mencium mereka dan tidak melakukan hal yang lebih! Aku hanya berhubungan suami-istri dengan mantan istriku Flora... Jika aku melakukan juga dengan mereka sangat di pastikan anakku sekarang bukan hanya dari Flora saja..." ucap Reza kemudian. Yogi dan Oddy tertawa mendengar penjelasan Reza. Mereka berdua telah salah sangka kepada Reza selama ini. Reza belum bisa disebut plaboy sejati, nyatanya pria itu tidak pernah melakukan hal yang tidak-tidak kepada para w*************a itu. Meskipun begitu Yogi dan Oddy sangat salut dengan Reza. Reza menghela napasnya, "lagipula sekarang aku mempunyai anak perempuan, aku tidak ingin para pria di luar sana memperlakukan Melody seperti apa yang aku lakukan pada wanita itu ketika Melody beranjak dewasa nanti..." ucapnya tertunduk lirih. Entah apa yang terjadi dengan Reza, dia merasa ingin melindungi Melody, dia tidak ingin apa yang dia lakukan saat ini akan berdampak buruk untuk masa depan Melody ke depannya nanti. Tubuhnya bergedik takut membayangkan jika suatu hari nanti ada pria yang memanfaatkan dan menyakiti Melody, dia tidak akan segan menghabisi siapapun pria yang menyakiti dan mempermainkan hati Melody. Yogi menepuk bahu Reza, "aku sangat terharu mendengarnya sob! Jika Flora mendengar perkataanmu itu sangat dipastikan dia akan senang..." "Aku merindukan Melody, Gi...." Ucap Reza dengan hembusan napas. Sudah beberapa hari dia tidak bertemu dengan Melody dan membuatnya begitu merindukan Melody. "Bukan hanya kau, aku juga merindukan Melody..." timpal Oddy. "Aku juga..." sahut Yogi. Lalu tidak lama mereka melamunkan sosok Melody. Meskipun mereka baru bertemu dengan Melody dan menghabiskan waktu singkat mereka dengan Melody, anak perempuan itu telah membuat mereka merindukannya. Yogi dan Oddy masih beruntung bisa menikmati waktu kebersamaan mereka dengan Melody. Tetapi keburuntungan tidak berpihak pada Reza, selama Melody bersamanya pria itu sibuk mencari cara menyingkirkan Melody dalam hidupnya. Reza yang belum bisa menerima kehadiran Melody tidak sudi menghabiskan waktu indahnya bersama Melody, bahkan Reza tidak segan memarahi Melody. Kini ketika Melody pergi, Reza begitu merindukan sosok anak perempuannya itu. Reza sudah berusaha menghubungi Flora, tetapi wanita itu tidak menjawab satu panggilan teleponnya. Bahkan pesan darinya tidak dibalas olehnya. Sepertinya Flora masih marah kepadanya atas kejadian waktu itu. "Abang Reza!!" teriak seseorang membuat Reza dan kedua sahabatnya kontan menoleh. Sesosok wanita cantik dengan pakaian minimnya berjalan menghampiri mereka bertiga. Sepasang mata milik Oddy dan Yogi nyaris keluar saat melihat penampilan wanita itu. Sedangkan Reza melepaskan jaket kulitnya, lalu menutupi tubuh wanita itu ketika wanita itu berada dihadapannya. "Sudah ku bilang, jangan bernampilan seperti itu!" seru Reza kesal memandangi wanita itu. Wanita itu tersenyum sambil mengeratkan jaket kulit milik Reza kepada tubuhnya, lalu dia mengecup pipi Reza, setelah itu dia mengecup pipi Oddy dan Yogi membuat wajah kedua pria itu bersemu merah. "Kau semakin terlihat cantik Renata..." puji Yogi kepada wanita yang bernama Renata. Renata tersenyum senang, "kau juga semakin terlihat tampan..." balasnya mengedipkan salah satu matanya kepada Yogi membuat pria itu salah tingkah. Reza yang melihatnya berdecak sebal, dia tidak suka melihat adiknya menggoda Yogi. "Tumben sekali kau mengajakku bertemu?" tanya Renata kemudian menatap Reza, "ada apa bang?" "Berhenti panggilku bang!" keluh Reza, wajahnya terlihat marah saat Renata memanggilnya dengan sebutan 'abang' Renata tertawa renyah, "oke, ada apa kak?" Reza menghela napasnya, lalu membawa Renata ke sebuah ruangan yang telah di pesan khusus di club ini diikuti oleh kedua sahabatnya. Setelah berada di ruangan itu, Reza dan kedua sahabatnya menjelaskan kepada Renata tentang semua yang terjadi dengan Reza. Termasuk sosok Leon, pria yang pernah menjalin hubungan dengan Renata beberapa tahun yang lalu. "Kau sudah mempunyai anak kak?!" pekik Renata, wajahnya terlihat sangat terkejut. Dia benar-benar tidak percaya kakaknya sudah mempunyai anak dari mantan istrinya bernama Flora. "Yah aku sudah punya anak!!" jawab Reza marah. "Kalau mama dan papa tahu kau sudah punya anak mereka akan membunuhmu karena telah menelantarkan anakmu selama enam tahun ini!!" seru Renata kesal. "Aku tidak menelantarkannya! Flora tidak memberitahuku tentang semua ini! Dia menutupinya dariku!!" bela Reza. Renata menggeleng pelan, "aku sudah bilang pada kak Flora, jika kau adalah pria b******k! Tetapi dia tetap ingin menikah denganmu, karena dia mencintaimu dan percaya kau akan berubah seiringnya waktu! Itu adalah hal yang bodoh yang pernah ku dengar! Cinta yang dimiliki oleh kak Flora untukmu adalah cinta yang bodoh!" makinya penuh amarah, "lihat apa yang telah kakakku lakukan padanya, menyakiti hatinya begitu dalam. Sampai-sampai dia tidak memberitahu tentang kehamilannya kepadamu!" "Aku menemuimu bukan untuk mendengar ceramahmu, tetapi meminta bantuan padamu!!" protes Reza marah, dia sangat marah ketika Renata mengatakan hal itu kepadanya. "Aku tidak mau membantumu, kau urus saja permasalahanmu sendiri!!" tolak Renata kemudian. Dia sangat kesal dengan kelakukan Reza yang belum bisa berpikir dewasa dalam menghadapai sebuah permasalahan. Oddy dan Yogi hanya mendengar perdebatan diantara mereka sambil menikmati kentang goreng. "Oke tidak masalah jika kau tidak mau membantuku...." Ucap Reza seakan menyerah, "tetapi bagaimana dengan Leon? Dia akan menikah dengan Flora..." katanya kemudian membuat Renata menatapnya, "kau tidak sakit melihat pria yang pernah kau cintai bersanding dengan mantan kakak iparmu?" tanyanya menatap lekat-lekat Renata. Dia sengaja mengatakan hal itu agar pikiran Renata berubah dan mendukungnya dengan cara membantunya merusak hubungan Leon dan juga Flora. Renata tertawa kencang, "jika Leon dan kak Flora ingin menikah, yah menikah saja!" jawabnya membuat Reza tercengang. Begitupun dengan Oddy dan Yogi, mereka hampir saja tersedak kentang goreng yang sedang dia makan. Mereka berharap bukan jawaban seperti itu yang terlontar dari mulut Renata. Padahal mereka berharap renata patah hati dan perpihak pada mereka untuk membantu mereka menyingkirkan Leon. "Leon adalah pria yang baik yang pernah ku kenal, kami putus karena kesalahanku, aku memilih karirku menjadi DJ daripada dirinya. Jadi jika dia menemukan wanita yang baik sama sepertinya, aku tidak masalah mereka menikah. Aku malah senang..." ucap Renata dengan senyuman lebar, "lagipula itu sudah lama berlalu, aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun untuknya lagi." Ujarnya kemudian. Reza bangkit dari duduknya, dia benar-benar kesal dan marah mendengar jawaban dari Renata. Padahal dia sangat berharap Renata membantunya untuk menghancurkan hubungan Leon dengan Flora, tetapi adiknya itu malah mendukung hubungan mereka. "Kau telah membuang waktuku Re!" umpat Reza dan pergi dari hadapan Renata. Renata menatap bingung Reza, "jelas-jelas dia yang membuang waktuku!" gumamnya tidak habis pikir, Reza telah menganggunya saat sedang berkerja menjadi DJ di club ini, "Kak Yogi!" panggilnya kemudian ketika Yogi ingin menutup pintu ruangan ini. Yogi menaikan satu alisnya ketika tatapan mereka bertemu. Renata berlari pelan menghampiri Yogi. "Apakah kakak ada waktu minggu depan?" tanya Renata, wajahnya terlihat penuh harap disana. Yogi menggeleng, "sepertinya tidak ada, Reza kakakmu sangat membutuhkanku..." jawabnya membuat Renata kecewa. Kemudian Yogi berpamitan kepada Renata. Renata menghela napasnya, begitu susah baginya untuk mendekati Yogi. Pria itu selalu saja berada di sisi kakaknya Reza. Renata jadi curiga kakaknya dan kedua sahabatnya itu mempunyai hubungan istimewa, mereka bertiga tidak pernah terpisahkan sedikitpun. ❤❤(⌣_⌣”)❤❤
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN