Bagian 8 : Cemburu
❤❤(⌣_⌣”)❤❤
♪ ♫ ♬ Mungkin salahku? Melewatkanmu?
Tak mencarimu? Sepenuh hati?
Maafkan aku... ♪ ♫ ♬
♪ ♫ ♬ Kesalahanku? Melewatkanmu?
Hingga kau kini? Dengan yang lain?
Maafkan aku... ♪ ♫ ♬
Sejak tadi Reza terus memandangi Flora dan Melody yang tengah berbincang hangat bersama Leon yang tidak jauh darinya. Senyum dan tawa mereka terlihat bahagia disana, ingin sekali Reza menggantikan posisi Leon sekarang, dia begitu tidak suka melihat kedekatan pria itu dengan kedua wanita miliknya. Dia begitu cemburu melihat kedekatan mereka.
Suasana hati Reza semakin tidak enak ketika sepenggal lirik milik Sheila On 7 berjudul Yang Terlewatkan mengalun indah di lobby perusahaan studio ini. Lagu itu sangat mewakili isi hatinya saat ini. Belum lagi Yogi dan Oddy ikut menyanyi mengikuti lirik lagu itu, nyanyian kedua sahabatnya semakin membuat perasaan Reza terluka. Kedua sahabatnya itu sama sekali tidak memikirkan perasaannya saat ini.
Kedua mata milik Reza menatap tajam Leon, dia sangat cemburu ketika Leon mengecup pipi merah Melody dan Melody pun membalas ciuman Leon begitu hangat. Hati Reza semakin terasa panas melihatnya. Belum lagi dia harus melihat Flora yang terus tersenyum memandangi Leon. Dulu sewaktu masih bersama, Flora selalu memandangi Reza dengan senyuman indah seperti itu. Menurut Reza, senyum indah milik Flora hanya untuknya dan tidak boleh ada pria lain yang memiliki senyum milik mantan istrinya itu.
"Sob, tabahkan hatimu... aku tahu kau pasti sangat sakit melihat mantan istri dan anakmu begitu dekat dengan pria yang akan menjadi suami sekaligus ayah untuk mereka..." ujar Oddy merangkul bahu Reza.
Reza menghela napasnya, dia berusaha meredam rasa amarahnya saat ini.
"Jika kau ingin menangis, menangislah bro! kami selalu ada disampingmu!" hibur Yogi dengan senyuman mengulum, entah kenapa dia merasa senang melihat Reza menderita seperti itu. Sahabatnya itu pantas mendapatkan hal itu.
"Kalian berdua memang benar-benar kurang ajar!!" desis Reza memandangi Yogi dan Oddy secara bergantian, dia sangat tahu tabiat kedua sahabatnya itu, mereka merasa senang jika dia sedang menderita. "Oh Tuhan!! Aku benar-benar tidak suka melihat mereka bahagia di atas penderitaanku!!" jerit Reza frustasi memandangi Flora, Melody dan Leon yang tengah tertawa hangat di sana.
Oddy dan Yogi hanya saling melempar senyum mereka, sejujurnya mereka merasa kasihan dengan Reza. Tetapi mereka berusaha menyingkirkan rasa kasihan itu untuk Reza. Reza pernah memberikan rasa sakit yang amat sakit kepada Flora. Dan sekarang Flora dan Melody pantas mendapatkan kebahagiaan.
❤❤(⌣_⌣”)❤❤
Sementara itu, sekali-kali sepasang mata indah milik Melody memandangi Reza ayah kandungnya, Melody bisa melihat kesedihan di wajah ayahnya itu. Meskipun Melody tahu ayahnya tidak menyukai kehadirannya, dia akan selalu menyayangi ayahnya. Lalu pandangan Melody beralih kepada Leon yang sedang mengecup pipinya, senyum Melody mengembang lebar saat Leon menyuapininya es krim. Melody sudah menganggap Leon seperti ayah kandungnya sendiri, Melody begitu menyayangi Leon. Tetapi rasa sayangnya kepada Leon tidak sebesar rasa sayangnya kepada ayah kandungnya Reza.
Leon sama seperti Melody, dia sudah menganggap Melody seperti putrinya sendiri. Hubungannya dengan Melody begitu dekat, Leon sudah mengenal Melody sejak anak perempuan itu berumur dua tahun. Bahkan Leon lah yang selalu berada untuk Melody ketika anak perempuan itu sakit dan juga bahagia. Bagi Leon Melody adalah kebahagiannya.
Flora tersenyum tipis melihat Leon dan Melody, dia merasa senang melihat Leon begitu menyayangi Melody. Leon adalah pria terbaik yang pernah dia temui dalam hidupnya, dibandingkan dengan mantan suaminya Reza. Bukannya membandingkan, tetapi itulah kenyataannya, Leon jauh lebih baik dari Reza. Pertemuan Flora dan Leon pertama kali di sebuah rumah sakit, waktu itu Melody sakit demam parah dan kebetulan dia bertemu dengan Leon di rumah sakit itu.
Hari-hari Flora semakin indah sejak bertemu dengan Leon. Pria itu selalu ada untuknya, hingga satu setengah tahun yang lalu Leon mengungkapkan perasaan cinta untuknya. Flora begitu bahagia saat itu. Hingga suatu hari Leon melamarnya, tanpa berpikir panjang Flora langsung menerima lamaran Leon. Dan beberapa bulan lagi Flora dan Leon akan menikah. Leon adalah pria terbaik yang di kirim Tuhan untuknya dan juga anaknya Melody.
Lalu pandangan Flora beralih kearah Reza yang tengah memandanginya dengan sorotan tajam, dia tidak peduli dengan tatapan mengintimidasi yang diberikan Reza untuknya. Flora tersenyum sinis ketika tatapannya bertemu dengan Reza, kemudian Flora mengulurkan jempolnya kearah Reza seakan mengatakan bahwa Leon adalah pria terbaik.
Reza yang melihat itu kontan sepasang mata elangnya melotot lebar. Sedetik kemudian Reza bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Flora dengan penuh amarah.
Flora menaikan satu alisnya ketika Reza berada di hadapannya. Reza memandangi Flora dengan tangan mengepal kencang, rahangnya bergemertak. Melody yang melihat kilatan kemarahan di wajah Reza langsung memeluk Leon, dia terlihat ketakutan.
"Hai dude ada apa?!" tanya Leon tersenyum.
Reza menatap Leon tajam, "Melody, sudah waktunya kau pulang bersamaku!" perintahnya kepada Melody.
Melody menggeleng pelan, kedua tangannya memeluk erat Leon, "aku masih mau bersama ayah Leon, pa..." ucapnya. Dia masih ingin menghabiskan waktunya bersama Leon, sudah hampir tiga hari dia tidak bertemu dengan Leon, dia sangat merindukan Leon.
Reza menghela napasnya, "Melody tolong jangan membuatku marah, cepat ikut aku pulang!!" perintahnya kembali dengan nada membentak. Melody hanya menggeleng. "kalau kau tidak mau ikut pulang bersamaku, aku akan menghukummu nanti!!" ancamnya.
Leon yang melihat ketakutan di wajah Melody menghusap lengan anak perempuan itu, dia merasa heran dengan Reza, bisa-bisanya pria itu membentak anak kandungnya sendiri. Apalagi baik Reza maupun Melody belum pernah saling bertemu sebelumnya. Flora telah menjelaskan semuanya tentang pertemuan Reza dengan Melody. Reza begitu terkejut saat mengetahui bahwa pria itu mempunyai anak perempuan.
Seharusnya Reza bersikap baik kepada Melody, ayah kandung seperti apa dia yang tega memarahi dan mengancam anaknya sendiri, padahal anaknya tidak salah apapun. Lagipula Reza harus menikmati waktunya yang singkat bersama Melody dengan penuh kebahagiaan.
"Heh!!" seru Flora bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja, "berani-beraninya kau memarahi anakku!!" teriaknya menunjuk wajah Reza. Dia tidak terima dengan perlakuan Reza kepada Melody, dia tidak akan membiarkan siapapun membentak dan memarahi Melody sekalipun itu ayah kandungnya!
"Kau selalu saja menyebut dia adalah anakmu!! Dia anakku juga!!" teriak Reza tidak mau kalah, baginya Flora begitu egois.
Flora tertawa kecut mendengarnya, "oke, jika memang kau menganggap Melody anakmu apa pantas kau memerahinya, membentaknya dan mengancamnya seperti itu?!" tanyanya melipat kedua tangannya, wajahnya terlihat marah. Dia sudah benar-benar kesal dengan sikap Reza kepada Melody. Meskipun Reza belum bisa menerima kehadiran Melody dalam hidupnya tidak seharusnya pria itu bersikap kasar kepada Melody.
"Ya tentu saja aku pantas, karena aku adalah papanya!!" jawab Reza bertolak pinggang dan menatap lekat-lekat Flora.
"Papa?!" pekik Flora, kedua matanya kontan melebar. Sedetik kemudian tawanya terdengar, "sejak awal kau bertemu dengan Melody, kau tidak percaya dia adalah anakmu. Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa kau adalah papanya?! Bahkan kau tidak pernah menyebut nama 'papa' jika bicara dengan anakku!" makinya membuat Reza tertegun, "sekali lagi kau memarahi anakku, aku tidak segan-segan membunuhmu Reza Fernandez..." ancamnya dengan sorotan tajam.
Flora terima jika Reza masih belum bisa mempercayai jika Melody adalah kandung pria itu. Tetapi Flora tidak menerima jika Reza memarahi bahkan sampai mengancam anaknya seperti tadi. Reza tidak punyak hak bersikap kasar kepada anaknya. Reza tidak pernah tahu perjuangan apa yang telah Flora lakukan untuk membahagiakan Melody.
Reza mengepalkan kedua tangannya, dia tidak percaya Flora bisa berbicara seperti itu kepadanya. Flora telah mempermalukannya di depan Leon rivalnya itu.
Leon yang mendengar perdebatan itu berusaha tidak ikut campur, dia tidak ingin membuat suasana menjadi semakin panas. Dia hanya terdiam dan sekali-kali mengawasi Reza.
Melody hanya terdiam mendengar pertengkaran orang tuanya, dia menyembunyikan wajahnya di pelukan Leon.
"C'mon Darling... kita pergi dari sini!" seru Flora kemudian kepada Leon tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun dari Reza.
Leon hanya mengangguk dan mengikuti perintah Flora sambil menggendong tubuh mungil Melody. Kemudian Flora pergi begitu saja dari hadapan Reza dengan senyuman sinis.
Reza hanya terdiam memandangi kepergian mereka, awas saja kau Flora!
Sementara itu Oddy dan Yogi menyaksikan pertengkaran di antara Flora dan Reza sambil menikmati kacang kulit, bagi mereka berdua menonton pertengkaran Flora dan Reza begitu seru dan menyenangkan. Seharusnya mereka tadi bertaruh siapa yang menang.
"Reza sepertinya benar-benar bodoh, bukannya menarik hati Flora, dia malah menghancurkannya." Ucap Oddy.
"Sejak bercerai dengan Flora, dia menjadi bodoh..." timpal Yogi.
"Yah sama sepertimu, bodoh!" sahut Oddy kemudian membuat Yogi melempar beberapa kacang kulit kearahnya. Oddy hanya tertawa melihat kemarahan Yogi.
❤❤(⌣_⌣”)❤❤
Beberapa jam kemudian...
Reza sedang sibuk mundar-mandir kesana kemari, rambutnya terlihat berantakan, wajahnya begitu frustasi. Sekali-kali pandangannya memandangi sepatu balet berwarna pink milik Melody yang tertinggal di kamar hotel yang dia tempati. Entah apa yang terjadi dengannya, baru saja Melody pergi dari sisinya dia merindukan anak perempuan itu.
Ini semua adalah salahnya, seandainya saja dia tidak cemburu melihat kebersamaan mereka, dia tidak akan memarahi Melody di hadapan Flora. Kini Flora marah kepadanya dan membuatnya semakin sulit meraih Flora kembali. Selain itu, Flora tidak akan pernah membawa Melody pergi dari sisi Reza.
Reza masih mempunyai waktu satu hari menghabiskan waktunya bersama Melody.
"Sob, duduklah! Aku sangat pusing melihatmu daritadi!" seru Oddy kesal melihat Reza, mulutnya tengah sibuk memakan snack milik Melody yang tertinggal.
Reza berdecak, "aku harus bagaimana kedepannya?! Aku tidak mau kehilangan Flora kembali dalam hidupku! Aku tidak ingin Flora menikah dengan pria sialan itu! Selain itu, aku tidak ingin pria itu mengantikan posisiku sebagai ayah kandung Melody!" ucapnya tertunduk frustasi.
Oddy dan Yogi saling berpandangan bingung.
"Lupakan saja Flora dan cari kebahagianmu yang lain, dude!" usul Yogi membuat Reza menatapnya dengan tatapan mematikan.
Reza langsung melempar sepatunya kearah Yogi, dengan sigap Yogi menepis sepatu Reza yang melayang kearahnya.
"Kau mudah sekali bicara seperti itu! Setelah aku bercerai dengan Flora, aku tidak berniat menikah dengan wanita lain untuk mencari penggantinya! Kalian mau tahu alasannya apa?! Karena tidak satu wanitapun yang bisa menggantikannya!! Aku mencintainya, sampai sekarang aku masih mencintainya!!" teriak Reza dengan mata mengembang. Akhirnya dia mengakuinya meskipun harus merendahkan harga dirinya.
"Kalau kau mencintainya, kenapa kau menyakitinya?" tanya Oddy membuat Reza tertegun memandanginya.
Reza memejamkan kedua matanya, "itu adalah kesalahan terbesar yang ku lakukan kepadanya. Aku menikah dengannya saat umurku masih menginjak dua puluh empat tahun, jiwa mudaku masih belum stabil. Aku masih ingin bersenang-senang, tetapi aku tidak ingin kehilangan Flora dalam hidupku. Maka dari itu aku menikahinya. .." isaknya penuh dengan penyesalan.
Oddy dan Yogi langsung menghampiri Reza dan memeluk erat sahabatnya itu.
"Sudah jangan menangis, seorang Fernandez tidak pantas menangis hanya karena wanita..." ucap Oddy menepuk bahu Reza untuk menenengkan hati pria itu.
"Kami akan membantumu mendapatkan Flora dan Melody kembali...." Ucap Yogi membuat Reza melepaskan pelukan kedua sahabatnya dan menatap Yogi dengan pandangan tidak percaya.
"Kau serius kutil?!" tanya Reza seakan tidak percaya dengan perkataan Yogi. Padahal baru beberapa menit yang lalu, pria itu mengusulkan untuk melupakan Flora.
Yogi tersenyum lebar, "serius! Demi kebahagianmu, kami akan membantumu!!" jawabnya penuh semangat.
Reza langsung memeluk kedua sahabatnya begitu erat.
Yogi dan Oddy hanya tersenyum melihat pancaran kebahagian di wajah Reza kembali. Selama bersahabat dengan Reza, pria itu selalu membantu Yogi dan Oddy disaat mereka dalam kesusahan. Reza adalah sahabat terbaik yang pernah mereka miliki. Yogi dan Oddy paling tidak bisa melihat Reza bersedih, kebahagian Reza adalah kebahagian mereka juga.
❤❤(⌣_⌣”)❤❤
Keesokannya...
Kediaman orangtua Reza.
Saat ini Reza dan kedua sahabatnya sedang berada di kediaman orangtua Reza yang berada di Bali. Untuk sementara mereka tinggal di rumah orangtua Reza yang jarang di kunjungi. Mereka meninggalkan hotel milik Reza pagi tadi. Mereka tidak betah tinggal terlalu lama di hotel.
Wajah Reza dan kedua sahabatnya terlihat serius memandangi layar laptop milik Yogi. Saat ini mereka sedang mencaritahu tentang riwayat Leon. Mereka sedang mamatai-matai kehidupan pria itu lewat media sosial milik Leon. Seharian ini Yogi mencaritahu tentang Leon lewat beberapa orang yang mengenal sosok Leon, hingga Yogi meminjam akun salah satu temannya hanya untuk melihat f*******: ataupun i********: milik Leon yang akunnya di privat. Kebetulan salah satu temannya itu berteman dengan Leon di media sosial, hingga mereka bisa mematai-matai akun milik Leon lebih leluasa.
Sepertinya Leon jarang aktif di dunia sosial, itu bisa terlihat dari tanggal postingan di beberapa akun miliknya.
Sepasang mata elang ketiga pria itu melebar ketika melihat sebuah foto milik Leon yang berada di album f*******: akunnya, pria itu berfoto dengan seorang wanita cantik dan sexy disana.
"Za, dia kan Renata!!" Pekik Yogi, wajahnya terlihat terkejut di sana.
Oddy langsung menyingkirkan tangan Yogi dari mouse dan mencaritahu tentang album foto milik Leon lebih dalam. Reza hanya memperhatikan layar laptop, kedua alisnya saling bertautan. Mereka bertiga sangat penasaran hubungan diantara Leon dengan wanita cantik bernama Renata yang berprofesi sebagai seorang DJ.
"Astaga, Renata adalah mantan kekasih Leon!!!" Jerit Oddy membuat Reza dan Yogi tercengang.
Di album foto itu tertulis jelas tanggal dan tahun hubungan Leon dan Renata lima tahun yang lalu. Dan sepertinya hubungan mereka sudah berakhir. Disana ada salah satu komentar yang menyayangkan hubungan mereka berakhir.
Sedetik kemudian Reza memandangi Yogi yang tengah sibuk berpikir. Lalu pandangannya kembali ke layar laptop. Reza sangat mengenal sosok wanita di foto itu, wanita bernama Renata adalah adiknya. Yah adiknya, dia tidak percaya adiknya pernah menjalin hubungan dengan pria seperti Leon.
"Aku punya ide sob!!" Teriak Yogi tiba-tiba membuat Reza dan Oddy terlonjak kaget, "dengarkan baik-baik ideku ini sob!!" Serunya kemudian, Reza dan Oddy langsung membuka lebar-lebar kedua telinga mereka.
Yogi menjelaskan secara detail tentang idenya itu kepada Reza dan Oddy. Yogi mempunyai rencana untuk mendekatkan kembali Leon dengan Renata. Rencana itu akan berjalan lancar jika Reza menjadikan Leon temannya.
"Tidak aku tidak mau berteman dengan rivalku!!" Tolak Reza mati-matian, "yang benar saja aku harus berteman dengannya!!"
Yogi berdecak sebal, "hilangkan rasa cemburumu itu sob, kau ingin Flora dan Melody kembali padamukan?"
Reza mengangguk dan menatap kesal Yogi, dia tidak habis pikir sahabatnya itu bisa mempunyai ide gila seperti itu. Menjadikan Leon musuh terbesarnya sebagai temannya adalah hal yang gila!
"Jika kau ingin mereka kembali padamu, kau harus bisa menerima kenyataan bahwa Melody adalah anakmu." Kata Yogi kemudian.
Reza hanya mengangguk mantap. Dia berjanji akan menerima Melody dalam kehidupannya.
"Kau juga harus bisa dekat dengan Leon dan menjadikan pria itu temanmu. Setelah itu kita akan buat Leon bertemu dengan Renata dan membuat cinta mereka bersemi kembali. Dan sangat di pastikan Flora yang mengetahui hal itu akan mengakhiri hubungannya dengan Leon..." Jelas Yogi dengan senyuman menyeringai.
Reza benar-benar tercengang dengan penjelasan Yogi tentang rencana jahatnya itu. Sedetik kemudian Reza mengangguk setuju, senyumnya mengembang lebar. "Kau benar-benar sahabat terbaikku sob!!!" Serunya dengan wajah gembira.
Yogi hanya tersenyum bangga.
"Tapi sob, apa kau yakin menjadikan adikmu tameng?" Tanya Oddy tiba-tiba kepada Reza. Dia merasa tidak yakin akan rencana Yogi.
Reza tersenyum, "tidak masalah, selama itu untuk kebahagiaanku... Adikku itu pasti sangat mengerti..." Jawabnya dengan senyuman lebar.
Oddy hanya bergedik ngeri melihatnya.
Tidak lama Reza dan Yogi kembali membicarakan rencana mereka. Oddy berusaha tidak ikut campur dengan urusan kriminal kedua sahabatnya. Kemudian Oddy memilih menonton televisi dan memutar acara kartun kesukaannya, tom & jerry.
❤❤(⌣_⌣”)❤