Bagian 7 : Leon
❤❤(⌣_⌣”)❤❤
"Sob, kau yakin melakukan hal ini?" tanya Oddy memandangi Reza yang sedang bersiap-siap untuk melakukan pemotretan.
Reza mengangguk dengan senyuman, "sangat yakin sob!!"
"Aku tidak yakin Flora akan kembali padamu setelah kau melakukan ini," ujar Oddy kemudian seakan mematahkan semangat Reza.
"Terserah apa katamu sob, yang penting aku sudah berusaha!" balas Reza tersenyum lebar.
"Di tempat ini membuatku merinding!" seru Yogi tiba-tiba membuat Reza dan Oddy menoleh kearahnya, "disini banyak gay! Mereka tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari perutmu itu!" lanjutnya menunjuk perut Reza.
Reza tertawa, "sudah biasa aku diperhatikan oleh pria seperti mereka!" balasnya seakan tidak peduli.
Tiba-tiba suara hak sepatu terdengar nyaring, kontan mereka semua yang berada di tempat itu menoleh kearah suara itu. Reza dan kedua sahabatnya ternganga melihat kedatangan Flora yang sedang berjalan kearah mereka.
Flora terlihat tampil menawan dengan dress pantai Sabrina, salah satu kaki jenjang mulusnya terlihat jelas, punggung belakangnya terbuka lebar. Rambut panjangnya di biarkan terurai berantakan agar terkesan sexy.
Reza tidak bisa melepaskan pandangannya sedikitpun dari tubuh Flora. Flora yang menyadari akan hal itu tersenyum penuh kemenangan.
Reza yang menyadari kedua sahabatnya tengah memandangi Flora langsung mendorong tubuh kedua sahabatnya itu. Dia tidak suka pria manapun memandangi Flora dengan penuh keterpesonaan.
"Sekali lagi kalian berdua melihat Flora seperti itu, aku akan memotong batang kalian berdua!" Ancam Reza, wajahnya terlihat serius.
Oddy dan Yogi kontan tertawa, "silahkan saja, batang kami akan tumbuh lagi. Kami berdua mempunyai kekuatan super seperti deadpool..." Ucap Yogi disetujui oleh Oddy.
Reza hanya mencibir malas perkataan Yogi.
Tidak lama pemotretan di lakukan, Jeng Tessa memberikan sebuah aba-aba kepada Flora dan Reza untuk berpose. Namun, Flora menolak semua gaya pose yang di minta oleh Jeng Tessa. Tanpa ragu Flora mengambil tangan kiri Reza dan menaruh tangan pria itu di pinggang rampingnya. Reza hanya terdiam di perlakukan seperti itu oleh Flora, sepasang mata elangnya memandangi Flora dengan pandangan terkejut. Lalu sepasang bola mata Flora dan Reza bertemu, Flora tersenyum tipis ketika melihat wajah Reza yang masih tercengang memandanginya. Wajah mereka sangat dekat sekarang, Flora mendekatkan bibirnya kearah bibir Reza membuat jantung pria itu berdebar kencang.
Sedetik kemudian Reza merasakan ada yang menyentuh perut berototnya, jemari Flora tengah menyusuri garis otot perut Reza membuat jantung pria itu semakin berdebar kencang. Flora tersenyum kemenangan melihat itu.
"Flo, hentikan..." bisik Reza serak, napasnya terdengar tidak beraturan.
Flora tersenyum menggeleng, "kita belum selesai melakukan pemotretan, jadi kau tidak bisa menghentikanku sayang..." balasnya mengerlingkan salah satu matanya, dia ingin memberi pelajaran kepada mantan suaminya itu.
Reza menelan ludahnya ketika Flora berkata seperti itu, dia tidak percaya Flora bisa melakukan hal itu kepadanya. Flora yang di kenalnya tidak akan pernah melakukan hal ini di tempat umum. Gara-gara perbuatan Flora membuat Reza malu setengah mati, wajah Reza terlihat merona disana. Sekarang semua orang yang berada di studio ini memperhatikan mereka.
Setelah sang fotografer selesai mengambil foto mereka, jeng Tessa meminta Flora dan Reza untuk mengubah posisi gaya mereka sekarang. Jeng Tessa merasa senang melihat hasil foto Flora dan Reza, mereka terlihat serasi di sana.
Sementara itu, Oddy dan Yogi sedang sibuk menutupi wajah Melody agar tidak melihat pemandangan erotis kedua orangtuanya.
Flora di minta oleh Jeng Tessa merebahkan dirinya di kursi berjemur, dengan cekatan Flora langsung merebahkan dirinya di kursi itu. Reza hanya memandangi Flora, jantungnya semakin berdebar kencang saat melihat tubuh sexy Flora di hadapannya. Jika di studio ini tidak banyak orang sangat di pastikan Reza akan langsung mendekap tubuh indah Flora dan dia tidak akan membiarkan Flora lepas kembali dalam hidupnya.
"Reza, sekarang kau harus berada di atas Flora!" seru Jeng Tessa.
"No!!" tolak Reza, dia tidak akan memenuhi permintaan Jeng Tessa! Yang benar saja dia harus berada di atas Flora, bisa-bisa dia terkena serangan jantung! Apalagi saat ini Flora tengah memandanginya dengan pandangan menggoda. "astaga!!" pekik Reza tiba-tiba saat lengannya di tarik paksa oleh Flora.
Sekarang posisi Reza tepat berada di atas tubuh indah Flora, sepasang mata Reza melebar ketika Flora tersenyum menggoda kepadanya.
Tanpa ragu Flora kembali menyusuri perut berotot milik Reza. Flora sangat tahu titik kelemahan Reza, pria itu paling tidak bisa jika perutnya itu di sentuh olehnya.
"Aku bisa mendengar suara detak jantungmu dari sini, Za..." Bisik Flora membuat wajah Reza semakin memerah.
"Aku akan membalas perbuatanmu nanti..." Ancam Reza memandangi Flora dengan sorotan tajam, "kau telah membangunkan sisi liarku!!" Desisnya.
Flora hanya tersenyum dan tidak peduli dengan ancaman Reza. Jika mantan suaminya itu berani bertindak yang tidak-tidak kepadanya, dia akan menghajar Reza sampai pria itu tidak berdaya. Setelah bercerai dengan Reza, Flora rajin ikut latihan bela diri. Dia ingin melenyapkan para pria seperti Reza yang tidak bisa menghargai seorang wanita.
"Flora, pejamkan kedua matamu dan berpose yang sexy!!" Teriak Jeng Tessa.
Flora langsung memejamkan kedua matanya dan bibir tipisnya dibiarkan sedikit dibuka, tidak lama terdengar lenguhan dari bibir Flora.
Reza yang mendengar lenguhan Flora jantungnya semakin berdebar kencang. Dia sudah tidak tahan melihat Flora berpose seperti itu. Apalagi saat ini dia benar-benar merindukan Flora. Tanpa Ragu, Reza merengkuh leher Flora dan mendekatkan wajahnya di leher jenjang milik Flora.
Flora yang menyadari hal itu, membuka sedikit kedua matanya. Napas Flora tidak beraturan ketika merasakan napas hangat dan aroma mint dari Reza. Sedetik kemudian Flora menangkap sosok yang sangat dikenalnya tengah memandanginya dengan sorotan tajam.
"Astaga! Leon!!" pekik Flora dan mendorong tubuh besar Reza dengan sekuat tenaganya.
"Aduuuuhhh!!" jerit Reza kesakitan ketika bokongnya mendarat di lantai, "Flora, apa yang kau lakukan hah?!!" teriaknya kemudian, dia tidak terima Flora mendorongnya secara tiba-tiba.
Flora hanya melirik malas kearah Reza, dia tidak peduli dengan kesakitan Reza. Lalu dia berjalan menghampiri Leon dengan senyuman lebar.
Sementara itu Jeng Tessa menghentikan pemotretan itu, dia tidak ingin berurusan dengan pria bernama Leon.
Reza yang melihat kehadiran Leon hanya memandangi pria itu dengan pandangan marah.
"Leon, kenapa kau tidak mengatakan kepadaku jika ingin kemari?" tanya Flora dengan wajah berseri.
"Aku ingin memberi kejutan padamu, tapi ternyata kau telah memberi kejutan kepadaku dan kejutanmu itu mematahkan hatiku..." ucap Leon kecewa memandangi Flora.
Flora menghela napasnya, "aku minta maaf sekali Leon, aku tidak bermaksud mematahkan hatimu sayang..." dia merasa tidak enak hati kepada Leon karena pria itu melihatnya tengah melakukan pemotretan bersama mantan suaminya.
Leon sudah beberapa kali melarang Flora untuk tidak menjadi model di perusahaan majalah itu. Leon juga sudah menyarankan Flora untuk mengundurkan diri dari perusahaan terkutuk itu, tetapi Flora selalu menolaknya. Padahal Leon sudah sangat siap bertanggung jawab atas kehidupan Flora dan anaknya itu.
Reza yang mendengar pembicaraan mereka mencibirnya malas. Tidak lama Reza melihat Melody melewatinya dan berlari kearah Flora dan Leon, lalu Melody memeluk pinggang Leon membuat Reza tercengang setengah mati.
"Ayah Leon!!" teriak Melody, wajahnya terlihat bahagia bertemu Leon.
"Hai My Lolipop!!" teriak Leon tidak mau kalah, lalu dia mengangkat tubuh Melody dan menggendongnya penuh kerinduan.
Reza menatap pemandangan itu dengan pandangan cemburu. Dengan langkah cepat Reza menghampiri mereka, "Melody!!" teriaknya membuat mereka menoleh kearahnya, "cepat turun!!" perintahnya kepada Melody.
Melody menggeleng pelan, dia semakin memeluk erat Leon. Reza semakin tidak suka melihatnya. Flora hanya tersenyum senang melihat itu, dia ingin membuktikan kepada Reza bahwa anak kandungnya tidak menyayanginya. Selama ini Leon lah yang ada selalu untuk Melody.
"Kau kan Reza Fernandez?!" pekik Leon saat menyadari pria yang tengah menatapnya penuh amarah.
Flora mengerutkan keningnya memandangi Leon dan Reza secara bergantian, "kau mengenalnya sayang?" tanyanya menatap Leon, wajahnya terlihat penasaran darimana kekasihnya itu mengetahui Reza.
Reza berdecak kesal mendengar Flora memanggil Leon dengan sebutan sayang.
"Aku adalah kliennya dan kami akan menanamkan modal di perusahaannya untuk proyek pembangunan taman hiburan." jelas Leon tersenyum.
Flora hanya menatap Leon tercengang. Oddy dan Yogi yang sengaja mendengar perbincangan mereka kontan tertawa.
"Tabahkan hatimu sob, babak pertama baru saja di mulai..." bisik Oddy tepat di telinga Reza.
Reza menatap Oddy penuh amarah, lalu dia tersenyum sinis kearah Leon sambil mengulurkan tangan kanannya, "perkenalkan saya mantan suaminya Flora..." serunya lantang dengan senyuman menyeringai.
"Apa?!" jerit Leon tidak percaya memandangi Reza, kemudian pandangannya beralih kepada Flora, "Flo, benar dia mantan suamimu?!" tanyanya menatap lekat-lekat Flora.
Flora menatap Reza penuh dengan amarah, Reza membalas tatapan Flora dengan senyuman kemenangan. Sangat dipastikan Flora dan Leon akan bertengar sebentar lagi, Reza sangat senang melihat dan mendengarnya.
"Yah dia mantan suamiku..." ucap Flora tertunduk lirih, wajahnya terlihat sendu disana. Apa yang ditakutkan selama ini terjadi juga. Reza akan hadir kembali dalam hidupnya dan merusak kembali kehidupannya.
Leon menurunkan Melody dan menghampiri Reza, lalu Leon memeluk Reza membuat Reza terkejut setengah mati. Reza memandangi kedua sahabatnya yang tengah menatapnya dengan mulut terbuka lebar.
"Aku tidak percaya kau adalah mantan suami calon istriku!!" seru Leon menepuk bahu besar Reza, "Aku sudah sangat ingin bertemu denganmu sejak lama!!" serunya kembali melepaskan pelukannya, "Kalau saja aku tahu kau mantan suami Flora, aku pasti sudah mengucapkan rasa terimakasihku kepadamu saat pertama kali kita bertemu..." ucapnya kemudian membuat tubuh Reza meremang geli mendengarnya.
Reza hanya memandangi Leon dengan pandangan tidak mengerti. Begitupun dengan Flora dan juga kedua sahabat Reza.
"Terima kasih atas kebaikan hatimu dude!! kau telah melepaskan berlian terindah dalam hidupmu untukku..." Seru Leon menepuk pipi Reza dengan senyuman lebar.
Reza menepis tangan Leon dari wajahnya, dia sangat kesal dengan kelakukan Leon yang sok kenal dekat dengannya.
"Berkat kau, aku mengenal dua wanita yang luar biasa hebat seperti mereka..." ucap Leon memuji Flora dan Melody, lalu dia menghampiri Flora dan Melody.
Wajah Flora bersemu merah mendengar pujian Leon untuknya.
Reza tertawa kecut, "kau sepertinya salah menilai tentang mereka..." balasnya, dia ingin berkata buruk tentang Flora dan juga Melody agar Leon menyingkir dari kehidupan mereka.
"Aku tidak salah, Flora adalah wanita hebat yang pernah ku temui... Dia sangat mencintaiku dan sangat mengerti tentangku. Begitupun dengan Melody, dia adalah anak yang baik dan penurut, dia juga sangat pintar seperti ibunya." Puji Leon mengecup pinggir kening Flora.
Reza hanya menatap Leon dengan pandangan tercengang, dia tidak percaya perkataan seperti itu terlontar dari mulut pria itu. Padahal Reza berharap perkataannya bisa mengubah pikiran Leon tentang Flora dan juga Melody.
Flora tersenyum bahagia mendengar semua perkataan Leon, tidak lama sepasang mata Flora melirik tajam Reza yang tengah memandangi mereka penuh amarah.
"Dia sangat manis," bisik Oddy kepada Reza, dia terus memandangi Leon dengan penuh keterpesonaan, "dia sangat cocok dengan Flora..."
"Jika mereka menikah, pasti mereka akan hidup bahagia!" timpal Yogi dengan senyuman lebar.
Perkataan Oddy dan Yogi hanya membuat suasana hati Reza semakin panas. Napas Reza semakin memburu, kedua tangannya mengepal kencang. Dia benar-benar cemburu melihat pemadangan menyakitkan dihadapannya. Reza tidak akan membiarkan Leon merebut Flora dan Melody dari sisinya. Flor dan Melody hanya milik Reza sampai kapanpun!
Sekarang Leon tengah menggendong tubuh Melody sambil mencium pipi anak perempuan itu, tangan kirinya merangkul pinggang Flora yang sedang tersenyum memandanginya.
❤❤(⌣_⌣”)❤❤