Bagian 6 : My Flora
❤❤(⌣_⌣”)❤❤
Keesokannya...
Hari ini Reza bersama Melody dan kedua sahabatnya tiba di studio foto terbesar di Bali. Melody mengatakan kepada Reza bahwa Flora berkerja di salah satu studio majalah terkenal. Tanpa berpikir panjang Reza langsung datang ke studio foto itu di temani oleh Melody dan kedua sahabatnya. Reza ingin segera bertemu dengan mantan istrinya itu, hatinya tidak tenang memikirkan Flora. Apalagi sejak bertemu dengan Leon, kekasih mantan istrinya itu, hatinya semakin tidak tenang. Dia tidak rela Flora merajut hubungan dengan pria manapun.
Reza melipat kedua matanya memandangi ruangan studio ini, tempat ini begitu ramai. Sepasang mata elang Reza mencari keberadaan Flora di studio ini.
Yogi tidak bisa melepaskan pandangannya dari para wanita sexy di hadapannya yang sedang berpose. Sedangkan Oddy sibuk berdoa dan sekali-kali memejamkan kedua matanya saat para model wanita itu memamerkan tubuh-tubuh indahnya.
Sementara itu, Melody sedang sibuk bernyanyi Indonesia Pusaka, dia sangat menyukai lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Jemarinya menghusap lembut boneka unicorn kesayangannya, "♪ ♫ ♬Indonesia tanah air beta pusaka abadi nan jaya... ♪ ♫ ♬Indonesia sejak dulu kala... ♪ ♫ ♬tetap di puja-puja bangsa...♪ ♫ ♬" nyanyinya membuat Reza menoleh memandanginya.
Reza menggeleng pelan mendengar Melody bernyanyi, anak perempuan itu tidak pernah berhenti bernyanyi lagu kebangsaan Indonesia. Dari Ibu Kartini, Indonesia Raya, dan lain-lain. Flora, ibu anak itu telah merawat dan mengajari Melody begitu baik. Reza semakin semangat untuk merebut kembali hati Flora.
"Apa?! Bianca tidak bisa hadir kembali ke pemotretan?!" teriak seseorang.
Reza kontan menoleh kearah seseorang itu, keningnya berkerut memandangi seseorang itu. Seseorang itu terlihat menakutkan, seorang itu telihat seperti pria tetapi gaya dan penampilannya seperti wanita. Pakaiannya berwarna pink cerah membuat tubuh Reza merinding seketika melihatnya.
"Jika dia tidak datang, siapa yang akan mengantikannya hah?! Dasar Bianca itu tidak professional sekali!" keluh seorang itu, wajahnya terlihat marah.
"Bagaimana jika kita meminta pada mbak Flora, jeng Tessa?" tanya rekannya.
"Flora?!" pekik seorang itu.
Reza yang tidak sengaja mendengar nama Flora sepasang matanya kontan melebar.
Rekannya mengangguk, "tempo lalu saat kita meminta tolong kepada mbak Flora untuk menggantikan Bianca, majalah itu laku keras jeng!!" serunya, "banyak yang menyukai gambar diri mbak Flora di majalah itu!" lanjutnya kembali.
Seorang bernama Jeng Tessa berpikir keras, "baiklah kalau begitu kita paksa Flora, berapa bayaran yang dia minta akan kita penuhi... lagipula tema kali ini, pakaian musim panas... Flora tidak akan begitu banyak memamerkan tubuh indahnya itu..." ucapnya kemudian.
"Tapi jeng ada satu masalah lagi..." ucap Rekannya, wajahnya tertunduk.
Jeng Tessa mendesis kesal, "masalah apa lagi?!"
"Model prianya berhalangan datang, tiba-tiba dia mengalami kecelakaan patah kaki ringan akibat bermain futsal..." jawab Rekannya.
"Astaga!!" teriak Jeng Tessa frustasi, dia benar-benar pusing setengah mati dengan kondisi seperti ini, "lalu siapa yang akan menggantikan model pria itu hah?!" tanyanya memekik.
"Saya yang akan menggantikannya!!" seru Reza mengangkat tangannya membuat Jeng Tessa dan temannya itu menoleh kearahnya.
Oddy dan Yogi juga kontan menoleh kearahnya.
"Saya akan menggantikan model pria itu, tidak di bayarpun tidak masalah, asal wanita yang bernama Flora yang akan menjadi pasanganku untuk pemotretan di majalah ini!" kata Reza, wajahnya terlihat serius di sana. Kedua sahabatnya menatap Reza dengan pandangan tidak percaya.
Jeng Tessa mengulum senyumnya memandangi wajah Reza yang terlihat sangat tampan, lalu sepasang matanya turun memandangi tubuh Reza. Jeng Tessa begitu terpesona dengan kharisma yang di miliki oleh Reza, pria itu mempunyai tubuh tinggi menjulang dan tubuhnya terlihat atletis dengan otot yang menghiasi tubuhnya itu. Otot-otot Reza bisa terlihat jelas dari balik kemeja yang sedang di pakai saat ini.
Tanpa berpikir panjang Jeng Tessa menerima Reza untuk menggantikan model tersebut.
❤❤(⌣_⌣”)❤❤
Flora tengah memandangi dirinya di balik cermin rias, saat ini wajahnya sedang di make-up. Wajah Flora terlihat tidak bersemangat, sekali-kali napasnya berhembus kencang. Dia terpaksa menerima tawaran menjadi pengganti model wanita yang tidak bisa hadir dalam pemotretan majalah, semua ini dia lakukan demi Melody. Bayarannya menjadi model sangat besar, dia bisa mendapatkan tiga atau empat kali lipat dari gajinya perbulan di perusahan majalah ini sekali pemotretan.
Apapun Flora lakukan untuk membahagiakan anaknya Melody, dia akan berkerja keras untuk kehidupan yang layak untuk Melody. Bagi Flora, Melody adalah belahan jiwanya dan dia tidak ingin membuat anak tercintanya itu bersedih juga terluka. Tidak mudah bagi Flora menjadi seorang single parents.
Sejak Flora mengetahui tengah mengandung anak Reza mantan suaminya, di saat dia ingin bercerai dari Reza, dia begitu terpuruk. Ingin sekali dia memberitahu kepada Reza tentang kehamilannya waktu itu, tetapi dia urungkan niatnya. Reza, mantan suaminya itu adalah pria egois yang pernah dia temui, sangat di pastikan mantan suaminya itu tidak akan menerima anak dalam kandungannya. Apalagi Reza masih belum bisa melepaskan kebiasaannya dari minuman keras dan bersenang-senang dengan para wanita malam di club.
Hati Flora begitu sakit saat mengingat kenangan pahit itu. Flora sangat tahu Reza mencintainya, tetapi dia tidak bisa terima ketika Reza berselingkuh di belangkangnya. Itu bukanlah cinta, jika Reza mencintainya pria itu tidak akan pernah berselingkuh dengan para wanita malam itu dan berciuman dengan para wanita itu dihadapannya. Tiga kali Flora memberikan kesempatan kepada Reza, namun pria itu selalu saja kembali melakukan kesalahan yang sama. Dia tidak ingin Reza menyakiti hatinya kembali.
Bertemu kembali dengan mantan suaminya membuat Flora terkejut setengah mati. Dia benar-benar tidak percaya bisa bertemu kembali dengan Reza, setelah enam tahun percerain mereka. Apalagi saat pertemuan pertama mereka, ada Melody disana. Melody begitu mengenal sosok Reza, itu bisa terlihat saat anak perempuan itu bertemu Reza untuk pertama kali dalam hidupnya. Melody bisa langsung mengenal sosok Reza dipertemuan pertama mereka. Flora bisa melihat anak tersayangnya sangat bahagia bisa bertemu dengan ayah kandungnya, selama ini Melody hanya bisa melihat sosok Reza di sebuah foto.
Dan dugaan Flora benar, Reza tidak mempercayai bahwa Melody adalah anak kandung pria itu. Flora sangat terluka ketika Reza tidak mempercayai akan hal itu, tetapi dia berusaha menutupi perasaan terlukanya dari Reza, dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Reza. Dia harus terlihat tegar.
Hati Flora diliputi kesedihan yang mendalam. Dia sangat merindukan Melody yang kini tinggal bersama Reza. Flora sudah berusaha mencegah dan memarahi Melody agar anak itu mengurungkan niatnya untuk menemui Reza kembali, tetapi usahanya sia-sia sepanjang waktu Melody terus menangis dan memanggil nama Reza. Flora menyerah dan tanpa berpikir panjang menghubungi salah satu teman Reza waktu itu.
Jujur saja Flora sangat takut Reza akan mengambil Melody dari sisinya. Dia tidak akan rela jika Reza merebut Melody dari sisinya. Sampai kapanpun Melody adalah anaknya, bukanlah anak Reza. Sekalipun pria itu adalah ayah kandung Melody.
Lalu Flora kembali memandangi dirinya yang terpantul di cermin rias, senyumnya mengembang tipis ketika rambut panjang indahnya sedang di hair blow dray oleh penata rias. Tidak lama Flora mengerutkan keningnya, sepasang matanya menyipit memandangi cermin saat melihat sosok yang dikenalnya sedang berdiri tidak jauh dibelakangnya. Sosok itu tengah memandanginya dengan wajah dingin, sosok itu bertelanjang d**a dan hanya memakai celana jeans berwarna biru dongker. Flora kontan menoleh, "Reza?!" pekiknya tidak percaya saat melihat sosok Reza yang sedang memandanginya.
Tidak lama Reza berjalan menghampiri Flora. Flora hanya memandangi penampilan Reza, napas Flora tercekat ketika sepasang matanya tidak sengaja memandangi tubuh berotot yang terdiri dari enam kotak milik Reza. Gaya rambut Reza bergaya textured corp. penampilan Reza begitu mempesona dan maskulin.
Orang-orang yang berada di studio memandangi Reza dengan penuh keterpesonaan, para model cantik menatap Reza begitu kagum karena ketampanan yang dimiliki oleh Reza.
"Sedang apa kau disini?!" tanya Flora heran dan bangkit dari duduknya.
"Menemuimu..." jawab Reza dingin.
"Untuk apa?!" tanya Flora kembali.
"Untuk meraih dirimu kembali..." jawab Reza dengan sorotan tajam.
Flora tertawa kecut mendengar jawaban dari Reza, "dimana anakku?!" tanyanya kemudian. Dia mengabaikan perkataan Reza yang sangat aneh.
"Anak kita," ucap Reza meluruskan.
"Anak kita?!!" pekik Flora dengan mata melebar, dia begitu terkejut saat perkataan itu terlontar begitu saja dari mulut Reza.
"Yah anak kita, aku turut serta dalam membuatnya, kau masih ingat kan?" tanya Reza menggoda sambil menaikan salah satu alisnya.
Flora tersenyum sinis, Reza pria itu masih sama, masih menyebalkan! Dia melipat kedua tangannya, "aku sudah tidak mengingat semua tentang dirimu, semua tentangmu sudah ku buang jauh di tempat pembuangan sampah..."
"Tidak masalah, aku akan membuatmu kembali mengingatku dengan kenangan terbaru..." ujar Reza kemudian tanpa pantang menyerah.
"Terserah apa katamu!" balas Flora tidak peduli.
Tidak lama Jeng Tessa menghampiri mereka, dia mengatakan kepada Flora bahwa Reza adalah pasangannya yang akan menamaninya di pemotretan nanti. Flora tentu saja terkejut setengah mati mengetahui akan hal itu. Sedangkan Reza tersenyum menyeringai memandangi Flora. Lalu Jeng Tessa pergi dari hadapan mereka, masih banyak yang harus dia urus.
Setelah kepergian Jeng Tessa, Flora menatap sengit Reza yang tengah tersenyum tipis kepadanya.
"Aku tahu kok, kau senang kan berpasangan denganku di pemotretan nanti?" ucap Reza membuat Flora tercengang.
Flora tersenyum lebar, "tentu saja tidak..." balasnya membuat Reza tertawa renyah.
Lalu Reza mendekatkan wajahnya dan menatap lekat-lekat Flora, "aku sangat mengenalmu Flora, aku yakin di pemotretan nanti jantungmu terus berdebar kencang karena tidak tahan berdekatan denganku..." ucapnya penuh percaya diri.
Flora tersenyum sinis, "kita lihat saja nanti, siapa yang jantungnya akan berdebar kencang kau atau aku?" balasnya tidak mau kalah. Dua setengah tahun mengenal Reza, dia sangat mengetahui kelemahan mantan suaminya itu.
Reza hanya terdiam, dia tidak berniat membalas perkataan Flora. Wajah mereka terlihat dekat, sehingga Reza bisa melihat sepasang bola mata berwarna cokelat terang milik Flora. Lalu pandangan Reza beralih kepada bibir tipis Flora, ingin sekali dia mencium bibir indah mantan istrinya itu. Jujur saja Dia sangat merindukan Flora. Reza menahan dirinya agar tidak berbuat lebih kepada Flora.
"Mama!!" teriak Melody tiba-tiba.
Seketika Flora menoleh, "Melody!!" balasnya menjerit sambil merentangkan kedua tangannya. Setelah Melody berada di dekatnya, dia memeluk erat Melody. Lalu dia berlutut dihadapan Melody dan mencium pipi anaknya itu berkali-kali, "mama kangeeennn banget sama Melo!!" serunya dengan senyuman lebar.
"Melo juga kangen mama..." balas Melody tersenyum dan memeluk Flora.
Reza hanya tersenyum memandangi mereka.
Flora membalas pelukan Melody dengan begitu erat, jemarinya menghusap rambut Melody. Sedetik kemudian Flora mengendus hidungnya ketika tidak sengaja mencium aroma rambut Melody, Flora langsung melepaskan pelukannya kepada Melody. Alis Flora saling bertautan, dilihatnya rambut Melody yang terlihat lepek dan sedikit bau matahari.
"Melody, kenapa rambutmu sangat lepek nak?" tanya Flora heran memandangi Melody, jemarinya menyentuh rambut anak tersayangnya.
Melody mengigit bibir bawahnya, sekali-kali dia melirik takut Reza yang tengah memandanginya, "sejak tinggal dengan papa, aku mandi sendiri ma... papa tidak memberikanku sabun atau juga sampo yang mama siapkan, waktu aku minta sampo dan sabunku di koper, papa memarahiku dan menyuruhku memakai sabun dan samponya." Bisik Melody.
Flora yang mendengar penjelasan dari Melody, bangkit dan memandangi Reza penuh amarah, "baru dua hari dia tinggal denganmu, dia tidak terurus!" serunya kesal.
"Aku sudah berusaha, Flora. Tetapi Melody sangat cerewet sama sepertimu, apa yang aku lakukan selalu salah dan dia selalu saja berkomentar!" bela Reza.
"Kau memang tidak bisa di andalkan Reza, kau juga tidak akan pernah menjadi ayah yang baik untuk anakku!" balas Flora penuh amarah, "ayok sayang, mama akan memandikanmu sekarang!" serunya kemudian sambil menarik lembut lengan Melody.
Reza berusaha menahan rasa kesalnya kepada Melody, gara-gara anak itu Flora marah kepadanya. Saat Melody menoleh kearahnya, Reza langsung melotot kepada Melody dengan wajah sangar. Lalu Reza menunjuk wajah Melody seakan sedang mengancam anak kandungnya sendiri.
Melody sangat ketakutan diperlakukan seperti itu oleh Reza. Untungnya Flora tidak melihat kejadian itu, jika Flora melihat sangat dipastikan dia akan semakin marah kepada Reza.
❤❤(⌣_⌣”)❤❤