Sesampainya di toilet, Madeline muntah hebat. Ia sudah merasa lelah karena berjam-jam berbelanja dan sekarang hampir sebagian isi perutnya dimuntahkan. Alhasil, Madeline tak ada kekuatan untuk berpijak Madeline merasa tenggorokannya kering dan pahit setelah muntah, saat yang sama, seseorang memberikan selembar tisu. Madeline hendak mengambil tisu itu dan mengucap terima kasih. Namun, betapa terkejut ketika ia mendapati Joanna di hadapannya. “Kau?” “Jeremy merasa khawatir dengan kondisimu. Dia bilang kau terlihat pucat. Akhirnya dia menyuruhku melihatmu.” “Benarkah?” Madeline tersenyum pahit. Jika Jeremy benar-benar peduli, seharusnya ia tidak akan mengajak Joanna membeli cincin sebelum mereka bercerai. Tapi sepertinya, Jeremy memang sudah tidak sabar menikahi wanita itu. “Apa kau

