Jeremy tiba-tiba menghentikan jemarinya. Tapi hanya berlangsung beberapa detik saja. Kemudian, ekspresinya kembali normal. Suaranya yang berat terdengar tenang. “Apa kau tidak tahu kenapa aku menikahimu?” Benar saja. Nafas yang ia tahan, tiba-tiba berhembus pelan. Jawabannya sesuai apa yang dipikirkan. Madeline tahu, seharusnya ia tidak berharap apapun. Namun, ia tidak bisa menahan diri. Sekarang setelah mengetahui itu, segalanya terasa jelas. Dan Madeline akan mulai berhenti berekspektasi lebih. Sebuah fakta yang bahkan seluruh dunia tahu, bahwa Jeremy hanya mencintai Joanna seorang. Mungkin sejak Joanna pulang ke negeri ini, sejak Jeremy mulai meminta cerai—impian Madeline untuk mendapati hatinya mulai redup. Hati Madeline hancur berkeping. Tapi, Jeremy, apa kau tahu betapa keja

