BAB 8

1533 Kata

Kinara manggut-manggut, masih setengah kaget dan takjub. “Oalaaah ... jadi Tamia nyuruh atasannya buat jadi sopir?” Dewa tertawa. “Emang kurang ajar itu anak.” Kinara ikut tertawa. “Kocak juga ... padahal waktu itu kita sempat ngerokok bareng nggak, sih?” Ingatan Kinara tentang malam itu sangat terang benderang. Dibanding ketiga temannya, Kinara memang yang paling waras, meski kepalanya pening bukan kepalang dan omongannya mulai melantur. Saat Tamia, Diana, dan Lina nyaris tidak bisa menegakkan tubuh, Kinara masih bisa membantu “teman Tamia” untuk memapah sahabatnya ke mobil satu per satu. “Kamu tahu lokasi apartemennya?” Kinara bahkan masih ingat percakapan mereka waktu itu. “Tahu,” jawab Kinara. “Bisa nunjukin jalannya?” “Bisa.” Namun, saat mobil sudah berjalan dan Kinara mulai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN