***
Pesta besar yang di hadiri CEO, dan selebritis papan atas itu sangat meriah. Mengundang perhatian dari bilik reporter dan wartawan untuk memotret bintang tamunya.
Karpet merah tertata rapi dengan rangkaian bunga yag menjajar di sampingnya, wartawan dan juga penonton sudah berbaris merebutkan sesi foto dan wawancara ekslusif dari CEO dan Selebritis papan atas dengan seribu informasi pribadinya. Mulai dari pasangan, karir dan kehidupannya.
Semua informasi itu akan di korek sekaligus, tidak tanggung wartawan mampu menulis berita secara real atau hanya gambaran semata. Contohnya masalah percintaan Frans Alvarado yang simpar siur mengarah ke hobynya yang gonta ganti pasangan namun untuk menghadiri pesta besar cuma satu wanita yang selalu ia gendeng, yaitu Annastasya. Yah berubah untuk sekarang bahkan seterusnya kalau yang menjadi pasangan Frans ialah Renata. Hal itu akan menjadi topik teratas pada twett.
Bukan hal yang pertama untuk Renata. Karena statusnya yang menjadi Nyonya Alvarado sebenarnya sudah terekspos ke media masa. Bahkan mungkin kisahnya lebih dominan dan lebih ke arah yang berbeda.
Sebuah mobil Zenvo ST1 menjadi pusat perhatian, Menjadi hal yang ditunggu-tunggu wartawan, saat pintu terbuka seorang laki-laki berjas hitam berdasi kupu-kupu. Dengan wajah yang tempan mampu membuat wanita sekali lirik jatuh cinta itu menghampiri pintu mobil satunya dan membuka pintu mobil itu.
Terlihat seorang wanita bergaun merah, Frans mengulurkan tangannya untuk membantu Rena keluar dari mobil dengan menawan Rena meraih tangan itu dan mengggenggamnya. Melangkahkan kaki keluar mobil dengan anggun, Ini adalah hal pertama bagi Rena, Menjadi bintang utama dalam semalam. Bahkan statusnya mengalahkan artis papan atas yang menghadiri pesta tersebut.
Dengan berlian yang melekat pada tubuhnga itu sangat berkilau, sorotan keindahaanya sepadan dengan wajah cantik milik Renata, model rambut yang tertata secada profesional. Riasan wajah tajam dengan bibir merah menggoda menjadi ciri khas baru bagi Renata.
Glamor dia harus menjadi Nyonya Alvarado dengan penampilannya yang memukau. Berjalan di atas karpet merah di kelilingan beribu mata yang memandang.
Berdiri di samping Duke of handsome itu seperti masuk ke dalam dunia dongeng. Menggandeng laki-laki yang di cintai kaum hawa menjadi tantangan besar untuk terus menyadang statusnya menjadi Nyonya Alvarado.
Sejujurnya Rena tidak peduli dengan statusnya melainkan ia ingin segera menjauh dari kehidupan Frans, namun Frans lah yang mampu melakukannya.
Renata menggandeng tangan Frans, mencoba tersenyum. Sesekali memperlihatkan pose romantisnya ke awak masa. Meskipun begitu Renata terlihat sangat menikmatinya, Mereka berhenti untuk melakukan sesi wawancara singkat.
"Tuan Alvarado mengapa anda tidak datang dengan Nyonya Anna?"
"Tuan Bagaimana perasaan anda untuk pertama kali datang dengan membawa pasangan yang berbeda?"
"Tuan Alvarado anda terlihat menawan di dampingi Nyonya Renata."
"Nona Rena anda terlihat sangat cantik.".
"Tuan Frans, apakah pesta malam ini juga mengenai kontrak besar kerjasama dengan perusahaan Liem?"
Semua pertanyaan itu membuat Rena terbungkam dengan garis senyumnya. Frans langsung menaikan alisnya ketika mendengar pertanyaan terakhir yang di lontarkan salah satu wartawan laki-laki itu. yang membuat Frans sedikit merubah nada wajahnya itu karena bagaimana bisa orang luar mengetahui kerja sama itu bahkan sebelum Frans menandatangani kontraknya? Kerja sama yang bersifat rahasia, kerja sama yang bertujuan menghancurkan perusahaan lain.
"Benar. Ini malam yang sangat spesial apa lagi saya di temani wanita yang sangat spesial." Ucap Frans lalu menarik pinggang Renata hingga mendekap ke Frans.
"Untuk masalah bisnis biarkan itu menjadi bisnis pribadi saya. Rahasia Wine Company. Terimakasih." jawab Frans dengan nada yang menekan
"Nona Rena bagaimana perasaan anda menjadi bintang utama malam ini? Tanya Reporter itu untuk menutup sesi wawancara singkat sebelum Frans dan Renata masuk ke dalam Gedung.
Renata Tersenyum kemudia menggandeng erat tangan Frans, "aku sangat senang dan merasa terhormat bisa menjadi pasangan Tuan yang begitu tampan."
***
Frans menyapa beberapa tamu yang sederajat dengannya, tersenyum puas sembari memperkenalkan Renata ke publik. Dia merasa bangga sendiri sedangkan Renata menahan kegeliannya dalam hati.
"Hello Nyonya Renata, anda terlihat menawan malam ini." Sapa seorang rekan kerja Frans yang berbadan besar.
"Thanks." Tersenyum singkat lalu memalingkan pandangannya ke sisi lain.
Pesta belum di mulai namun suasana sudah sangat membosankan, seseorang menawarkan segelas sake itu dan Renata mengambilnya. Menegaknya sekali tegakan membuat Frans melihatnya dengan tatapan tidak terduga.
"Sayang berhenti bersikap menggemaskan. Kau tidak mau kan aku membantumu minum secara sexy di depan umum?" Bisik Frans.
Renata meyerahkan gelasnya yang sudah kosng itu ke pelayan tadi, mengerutkan dahinya. "Apa maksudmu?" Bisiknya pasa suaminya yang abnormal.
"Hello Tuan dan Nyonya yang saya hormati, di acara pesta amal malam ini kita menjadi pesaing bisnis maupun rekan bisnis." Tiba-tiba seorang Host memulai awal pestanya dengan sambutan hangat.
"Selamat datang teruntuk tamu spesial malam ini the king Of Wine kita Tuan Frans Alvarado pemilik Perusahaan Wine Company terbesar di Florida dan pemegang saham perusahan IT internasional tidak lupa juga Nyonya Alvarado. Beri sambutan yang meriah."
Semuanya memberi sambutan yag meriah dengan tepukan tangan mengisi ruangan itu, tatapan mereka beralih ke sepasang kekasih yang tengah berdiri di depan panggung.
"Tidak aku sangka Frans seterkenal itu sampai sambutan pertama menjadi miliknya." Bisiknya seorang diri. terheran hingga terus melihat ke wajah tampan miliknya. Suaminya begitu menawan.
Setelah sambutan itu Frans dan Renata kembali Menemui beberapa rekan kerjanya.
"Hai Mr.Kang." sapa Frans kepada laki-laki berparas manis pemilik wajah asal korea selatan dengan jabatan tangan singkat menandakan pertemanan mereka dalam berbisnis.
"Sepertinya anda sudah melupakan Nyonya Annastasya?" Singkat Kang joo han di bumbui senyum yang alih-alih melirik ke arah Renata.
Tawa ringan pun di ikuti Frans, "Anda tidak perlu khawatir Anna tetap datang bersamaku." Lanjut Frans.
"Hahahaha." Tawanya semakin terasa di telinga
Mr. Kang salah satu partner bisnisnya yang dari korea selatan, beberapa hari yang lalu terbang ke Florida.
Renata sedikit menjauh selagi Frans sedang asik dengan rekan bisnisnya. Renata berjalan ke arah yang lebih sepi untuk mengambil gelas berisikan Wine.
Belum cukup satu tegukan sake membuat Renata tenang. Hatinya dan pikiran masih ingin pergi dari pesta itu,
"Hai Nyonya Renata." Sapa seseorang dari arah belakang Renata.
Renata membalikan badannya lalu sedikit mengangkat alisnya, 'Mr. Jonny' batinya
Apa dia akan menanyakan soal berliannya? Ataukah akan mengatakan ke Frans soal Dirinya menyewa berlian yang mampu Frans beli dengan uangnya? Bahkan beberapa jam yang lalu dia memberikan Berlian yang jauh lebih mahal dari Berlian yang dia sewa dari Mr.Jonny
"hello Mr.Jonny Anda disini?" Tanya Renata seraya terseyum dan mengambilkan minuman yang berada di sampingnya.
"Tentu saja, anda terlihat sangat cantik malam ini Nyonya Renata." Puji Mr. Jonny Dengan menerima gelas wine yang Renata berikan.
"Senang berbisnis dengan anda Nyonya Rena" senyumnya lalu nelanjutkan perbincangannya.
"Beberapa hari yang lalu tuan Frans membeli berlian yang anda sewa. Dengan harga dua kali lipat bahkan tuan Frans memberikan kontrak kerja samanya dengan saya."
Renata sempat terdiam sesaat saat Mr. Jonny Mengatakan hal yang tidak Renata ketahui. Frans membelinya? Kenapa?, Bahkan Frans membelikan berlian yang sangat bernilai milyaran dolar itu ke dirinya?.
Renata hanya tersenyum dan meminta bersulang kepada mr. Jonny, Setelah Renata mengetahuinya Renata berniat bertanya langsung pada Frans, beberapa menit kemudian Mr.Jonny meninggalkan dirinya sendiri setelah obrolan tadi.
Saat dirinya meletakan gelas dan ingin mencari Frans tiba-tiba tangan Renata tertahan oleh sesuatu.
Matanya terbelalak bulat sempurna melihat sosok laki-laki yang amat Renata ingin temui demi sebuah pengakuan. Matanya berkaca tidak menyangka dan tidak menduga melihat garis senyumnya yang samar-samar itu mengingatkan masa lalunya.
"Neta." Ucapan lembutnya menyadarkan lamunan Renata.
"Juan?" Panggil Renata mencoba menutupi rasa kecewanya.
Melepaskan tangannya dan tanpa sengaja menyentuh sesorang yang tengah membawa minuman itu hingga gelas berisikan wine, sake dan sejenisnya tumpah berserakan yang mengundang suara cukup keras.
"Maafkan saya Nona." Ucap pelayan tersebut.
"Maafkan Saya tuan." Renata mencoba membantu pelayan itu untuk membersihkannya.
Juan hanya melihatnya dan mencoba membantu Renata untuk bangun, membiarkan pelayannya yang merapikan kekacuan. ini adalah acara pesta bukan rumah pribadinya, sikap Renata perlu di perhatikan.
Juan menarik lengan Renata lalu membantunha bangun hingga mata mereka kini bertemu dengan jarak yang amat dekat.
Semua mata tertuju pada sepasang insan yang tengah saling bertatap muka.
"Neta bagaimana kabarmu? Kau tidak membalas pesanku terakhir kali saat pernikahanmu?" Ucapnya lagi.
"Apa yang kau lakukan disini? aku sibuk saat itu, Kita bahas lagi nanti. Aku harus pergi." Potong Renata.
Lagi-lagi Juan menahanya untuk pergi dia tahu jika wanita yang tengah di hadapannya itu mencoba menghindarinya.
kini sebuah tangan ikut memegang tangan Renata, cincin yang melekat di jari manisnya Membuat Renata tahu pemilik tangat tersebut. Mendongak ke arah laki-laki yang memegangnya, "Frans." Ujarnya pelan.
TO BE CONTINUED
Maaf yah semuanya, lagi-lagi ceritanya telat Up? jangan bosan yah. sekali lagi maaf banget?