“Bagaimana berlibur di lembah pegunungan Alpen?” tanya Heyley, mereka sekarang terbaring di kasur setelah menutup W Caffe, ngomong-ngomong soal W Caffe, ini sudah tiga hari berlalu dan Ellard tidak sekalipun menghubunginya. Allisia tidak bisa menyembunyikan perasaanya. Dia mencooba menghubungi Ellard namun ponsel pria itu sama sekali tidak bisa di hubungi. Allisia sangat merindukan pria itu, benar-benar rindu sampai-sampai kopi buatan Heyley medadak tidak menarik lagi, dia merindukan kopi buatan Ellard. “Menyenangkan, aku bermain Sky kemudian terjebak badai salju setelah itu aku habiskan dengan tidur,” jawab Allisia dengan wajah super murung. Heyley yang menyadari perubahan mood Allisia langsung menoleh dan menatap Allisia dengan lekat. “Ada masalah?” tanya Heyley, Allisia langsung menga

