Arumi tak mampu menutupi kesedihannya. Perempuan paruh baya itu terus saja meneteskan air mata sembari menggenggam jemari Azzam. Memperhatikan setiap detail pada diri Azzam saat ini. Rasanya Arumi tidak akan sanggup menghadapi Adiva nanti. Sejak Azzam siuman satu jam yang lalu Arumi telah mencoba mengingatkan Azzam siapa Adiva sebenarnya. Tapi Azzam tetap tak mengingat apapun tentang Adiva kecuali saat Adiva masih menjadi muridnya dulu. Azzam semakin bingung saat melihat Hisyam yang sejak tadi hanya terdiam. Pun dengan Haidar ayah Azzam. Kedua laki-laki itu tetap diam dengan tatapan tak terbaca sembari berulang kali mengusap punggung Arumi dengan perasaan hancur. Cobaan ini tentunya paling berimbas besar pada kehidupan rumah tangga Azzam dan Adiva nantinya. Di balik pintu kamar perawata

