Setelah Aldebaran dan seluruh keluarganya kembali ke hotel Adiva langsung mengunci diri di kamarnya. Berbagai perasaan berkecamuk di dadanya. Marah pada diri sendiri mengapa menerima perjodohan ini dengan begitu saja tanpa ingin mengetahui latar belakang Dani terlebih dahulu. Tapi bukankah lebih baik dirinya menikah dengan laki-laki yang memang sudah dikenalnya secara pribadi daripada laki-laki lain yang benar-benar asing baginya? Adiva mulai menanggalkan hijab beserta pakaiannya dengan kasar lalu melempar ke atas ranjang begitu saja. Kemudian mengenakan baju kimono sebelum duduk di kursi depan meja rias. Mulailah Adiva membersihkan make up di wajahnya seraya memutar ulang semua reka adegan selama proses lamaran. Sungguh senyuman Aldebaran yang menyebalkan tadi kini dengan seenaknya mena

