Keping 52 : Malam yang Tertunda

1615 Kata

Di lain kamar Farhan dan Safira juga tengah menikmati malam pengantin mereka. Tapi tentunya berbeda suasana dengan kamar pengantin Adiva dan Aldebaran yang memang bersebelahan. "Mas, Adiva dan Aldebaran ngapain ya?" ujar Safira dengan gelisah. "Ya malam pertama lah. Masak mau maen dakon sih!" gerutu Farhan yang saat ini tengah melepaskan pakaian pengantinnya. Istrinya ini memang unik. Bukannya memikirkan malam pengantin mereka sendiri justru memikirkan malam pengantin orang lain. "Aku serius Mas," kesal Safira karena Farhan seolah acuh pada nasib Adiva dan Aldebaran. Safira masih terbayang wajah sedih Adiva saat acara ijab kabul tadi pagi berlangsung. Adiva menangis sesenggukan tanpa sedikitpun mengangkat wajahnya. Safira merasa bersalah karena menjadi dalang di balik semua ini. Ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN