"Ya Allah istri aku cantik banget sih!" puji Aldebaran sembari memeluk Adiva yang saat ini berdiri di depan cermin. "Udah deh Al nggak usah lebay!" protes Adiva sambil mengurai kedua tangan Aldebaran dari tubuhnya. Tapi bukan Aldebaran jika pasrah begitu saja. Semakin Adiva mencoba menghindarinya maka semakin gencar Aldebaran ingin menggoda istrinya. "Aku nggak lebay Sayang, di mataku kamu adalah perempuan tercantik," puji Aldebaran seraya membalik tubuh Adiva agar menghadapnya. Meraih pinggang ramping Adiva, menekan hingga menabrak dadanya. "Al please deh. Jangan bercanda terus! Kita harus menemui keluarga kamu sekarang," kesal Adiva seraya membalas tatapan mata Aldebaran dengan malas. Hati Aldebaran berdesir seketika saat bola mata cantik itu menatapnya dengan kesal. Mata Aldebar

