Sorenya semua keluarga Adiva pulang dan tinggallah keluarga Azzam saja. Azzam sendiri lebih memilih berada di kamar. Suasana hatinya benar-benar sedang kacau saat ini. Adiva pun tidak berani mendekati Azzam kecuali saat mengantarkan makanan atau pada saat waktunya Azzam meminum obat. Adiva berdiam diri sejenak di depan pintu kamar. Andai pakaian gantinya tidak semuanya berada di dalam tentu saja Adiva akan lebih memilih menggunakan kamar mandi luar daripada bertemu Azzam. Karena setiap kali Adiva menerima tatapan asing dari Azzam seketika itu pula air matanya akan kembali menetes. Dengan memberanikan diri Adiva menekan kenop pintu. Membuka daun pintu dengan pelan lalu melayangkan pandangan ke arahranjang yang ternyata kosong. Gegas Adiva masuk karena mengkhawatirkan Azzam. Seketika Adi

