moana story 8

1163 Kata

"Untukmu." Tiba-tiba saja Bayu muncul di pintu gerbang dan memberikan sebuah plastik kecil pada Moana. "Tadi aku sempat menghubungimu, tapi ponselmu tidak aktif. Pesan pun hanya centang satu," Ucap Bayu lagi. Dahi Moana menyerngit, "Ini apa?" Tanyanya pada plastik kecil yang kini sudah berganti posisi di tangannya. "Obat luka bakar. Kamu pasti membutuhkannya." "Aku?" Moana menunjuk dirinya sendiri. "Iya. Tanganmu terluka, kan?" "Tau dari mana?" Moana tidak pernah menceritakan luka bakar yang ada di tangannya pada siapapun, apalagi pad Bayu. "Gak sengaja tadi lihat." "Kapan?" "Tadi, pas kamu nyapu halaman." Moana menganggukan wajahnya, ia memang sudah membersihkan taman, tapi belum semuanya karena tangannya terlanjur sakit. "Terima kasih, Bayu. Kamu sangat perhatian." Mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN