78

1105 Kata

"Kamu berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Wisnu. Mau bagaimanapun juga, kamu memiliki andil dalam membantuku mencari tahu soal Celine dan rencana wanita itu," kata Aruna pelan. Sean diam, pria itu menghembuskan napas kasar. Menyandarkan tubuh besarnya pada sandaran kursi dan mengangguk pelan. "Ceritaka saja. Tapi hal itu tidak akan mengubah perasaan ku padamu," sahutnya lirih. Mengabaikan perkataan terakhir Sean, Aruna menarik napas. Menyiapkan mentalnya untuk kembali mengingat kejadian di masa lalu. "Iya, memang aku dan Wisnu sudah menikah dan David adalah anak kami," buka Aruna. "Bisakah kita lewati bagian itu? Entah kenapa aku tidak suka mendengarnya," sela Sean agak sewot. Aruna menggeleng, ia tidak bisa melewatkan satu bagian pun. "Tapi pernikahan kami bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN