77

1031 Kata

Pukul dua belas malam saat sebuah mobil berwarna hitam tiba di pelataran rumah Sean. Wisnu turun lebih dulu diikuti Aruna kemudian. Dua orang dewasa itu hanya saling terdiam selama beberapa saat di depan mobil, sebelum kemudian kaki Aruna mulai melangkah masuk ke dalam rumah. "Aruna!" Panggilan Wisnu membuat wanita itu menoleh, Wisnu berjalan mendekat. Semuanya terjadi dengan cepat, saat bibir basah Wisnu menyapu permukaan bibir Aruna, juga sebuah pelukan hangat. "Kamu harus menepati ucapanmu tadi," kata Wisnu setelah pelukan keduanya terlepas. Aruna mematung sesaat, mengangguk kaku kemudian. Jujur saja kepalanya tiba-tiba saja terasa kosong, entah kenapa. "Ya, aku ingat," sahut Aruna gugup. Wanita itu memalingkan wajah dan berdeham beberapa kali. Hal itu mampu membuat senyum tipis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN