89

1234 Kata

Setelah mengatakan hal itu, Celine mengecup pipi Wisnu sejenak. Ia kemudian tersenyum kecil dan beranjak pergi dari sana. Meninggalkan Wisnu yang terus saja mengumpati wanita itu dengan kesal. Di luar kamar, Celine menghubungi seseorang. Wajahnya sontak berubah dingin dan tanpa ekspresi. "Bereskan jalang itu malam ini juga!" Ia kemudian berjalan ke arah luar dan masuk ke dalam mobil mercedes-benz miliknya. Sementara itu, di kediaman Wisnu. Aruna masih saja terdiam, ia terus memeluk David yang masih menangis ketakutan. "Kamu tahu nona, baru saja nona Celine mengatakan padaku untuk menghabisi kalian semua," kata si pria. "Kamu pikir kamu bisa melakukannya? Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh mereka sedikit pun!" Aruna menatap dengan berani, ia melepaskan pelukan David dan berdiri.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN