Mengendap. Wisnu memastikan sekitar sebelum ia mencoba mencongkel kunci jendela dengan garpu yang sudah ia bengkokan. Beruntung, kamar yang ditempatinya berada di lantai satu, jadi ia tidak perlu repot untuk menyusun cara agar bisa turun dengan mengikat berbagai jenis kain yang bisa digunakan. Beberapa menit Wisnu mencoba, namun hasilnya masih gagal. Ia sempat menghela napas dan merasa frustasi. Tapi mengingat Aruna, David juga keluarganya yang tengah dalam ancaman Celine, membuat tekat Wisnu untuk segera bebas kembali bulat. Disaat pria itu tengah berusaha, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka. Wisnu yang panik bukan main segera bersembunyi dibalik gorden berwarna gold tersebut. Terkesan bodoh memang, tapi itu hanyalah bentuk reflek akan rasa panik. "Tuan?" Wisnu mengintip dari cela

