Setelah melewatkan satu minggu di Kanada, setelah menyempatkan melihat aurora, juga setelah tour tamannya beberapa hari terakhir, akhirnya Renee dan Davin pulang juga ke Jakarta. Mereka tiba di rumah dini hari, tapi rumah tampak sangat sibuk. Para pelayan sibuk mondar-mandir, ada Erlan dan Lyra juga. “Ada apa ini?” tanya Renee sembari menghampiri Erlan yang duduk di sofa ruang tamu. Erlan perlahan berdiri dan menatap Renee penuh sesal. “Maaf, karena aku nggak ngasih tahu kamu tentang ini.” Renee mengerutkan kening bingung. “Sebenarnya, di hari kamu pergi ke Kanada, Kakek jatuh sakit. Tapi, ternyata, sakit Kakek udah parah dan selama ini Kakek nyembunyiin itu dari kita.” Renee mengernyit. Apa-apaan ini? “Kenapa kalian nggak ngabarin aku atau Renee?” Davin bertanya di sebelahnya

