Hari telah menunjuk kan pukul satu siang, Ricky sudah terjaga dari tidur nya, sementara Lita terlihat masih tidur pulas, Ricky sengaja membiarkan Lita tidur, karena dia tau kalau Lita kelelahan.
Lalu Ricky beranjak ke dapur, dia akan mempersiapkan makanan untuk dia santap bersama kekasih nya, hari ini Ricky akan me masak nasi goreng, satu per satu bahan di per siap kan, setelah beberapa saat, nasi goreng pun siap untuk di santap.
Lalu Ricky membawa makanan tersebut ke ruang nonton yang dimana Lita masih tergolek di depan TV.
Sayang...
Ayo bangun dulu, kita makan dulu, aku udah nyiapin makanan, ucap Ricky.
Namun tak ada respon dari Lita.
Lalu Ricky hendak membelai kekasih nya tersebut, alangkah terkejut nya Ricky.
Astaga...
Badan mu panas sayang,
Ya tuhan... Seperti nya Kamu demam, aku antar Kamu ke dokter ya, ucap Ricky setelah menyentuh dahi Lita.
Lita yang terjaga karena sentuhan Ricky pun ber ujar,
Aku nggak apa apa kok sayang, mungkin cuma kelelahan dan masuk angin, karena dari semalam aku tidak mengenakan pakaian, dan dari semalam kita tidak henti henti nya bercinta, ucap Lita sembari tersenyum kecil.
Ya udah, Kamu tunggu bentar ya, ujar Ricky sembari bergegas keluar dari rumah.
Ricky lalu pergi ke apotik yang tidak jauh dari rumah nya, setelah membeli obat penurun panas serta obat masuk angin, Ricky pun bergegas kembali kerumah.
Setiba nya dirumah, Ricky lalu memasangkan semua pakaian Lita, tampak tubuh indah Lita tanpa sehelai benang pun, dua gunung kembar Dan v****a Lita yang masih menantang, namun Ricky sama sekali tidak b*******h melihat nya, karena saat ini dia sangat khawatir dengan kesehatan kekasih nya.
Lalu dia menyuapi Lita, setelah selesai makan, Ricky meminta Lita untuk makan obat yang barusan ia beli, setelah itu ia menyuruh Lita untuk kembali tidur.
Sayang,... Ujar Lita.
Kenapa sayang.... Jawab Ricky.
Berbaring lah di samping ku, peluk aku, ucap Lita.
Lalu Ricky membaringkan tubuh nya di samping Lita, memeluk dan membelai rambut kekasih nya tersebut..
Tubuh gadis tersebut mulai berkeringat, seperti nya panas badan nya mulai berkurang setelah minum obat tadi, setelah cukup lama Ricky menemani Dan memeluk Lita, dan karena seperti nya Lita sudah tertidur pulas, lalu Ricky beranjak ke dapur, membersih kan dapur yang sudah ia acak acak sedari tadi, mencuci semua piring kotor, lalu me masak air untuk mereka membasuh badan jika Lita nanti sudah bangun.
Setelah beberapa waktu Ricky di dapur, Lita ternyata sudah bangun, tubuh nya sudah mulai terasa bugar.
Sayang, Kamu lagi ngapain, Tanya Lita.
Aku habis ngeberesin dapur serta memasak air untuk nanti kita mandi, Kamu udah bangun aja sayang, gimana kondisi Kamu, Tanya Ricky.
Aku udah mendingan kok sayang, Makasih ya, udah sangat perhatian sama aku, ujar Lita.
Lalu Ricky menghampiri dan menggenggam tangan gadis tersebut, menatap dalam Mata gadis tersebut.
Aku sayang banget sama Kamu, aku takut terjadi apa apa dengan mu, aku takut kehilangan mu, ujar Ricky.
Lita melihat Mata Ricky yang berkaca kaca, dia tau kalau lelaki tersebut sangat mencintai nya, lalu Lita memeluk laki laki tersebut. Aku juga sayang sama Kamu, balas Lita.
Hari sudah sore sayang, ayo kita mandi, aku harus segera pulang, aku sama sekali belum mengemasi barang barang ku di rumah nenek, sementara besok subuh Mobil transport ke bandara akan datang menjemput ku, ujar Lita.
Ricky kembali ke pikiran akan kepergian Lita besok, tapi Ricky berusaha tetap tegar.
Baik lah sayang, ujar Ricky sembari menggendong Lita ke kamar mandi, gadis itu cuma nurut saat di gendong.
Setiba nya di kamar mandi, Ricky membantu Lita me lepas semua pakaian Lita, setelah itu Ricky pun me lepas pakai nya juga.
Ricky mencoba menghilang kan konak di kepala nya saat dia berhadapan langsung dengan Lita yang berdiri telanjang, Ricky mencoba untuk tidak terlalu memperhatikan lekuk tubuh Lita, padahal sebenar nya adik kecil nya mulai berontak.
Namun percuma saja Ricky mencoba mengelak, tiba tiba Lita sudah berjongkok dan menghisap p***s Ricky.
Jangan sayang, ucap Ricky.
Emang nya kenapa, Tanya Lita manja.
Aku takut nanti aku Jadi b*******h, ujar Ricky.
Emang nya kenapa, kalau Kamu b*******h, Kamu kan bisa nancepin p***s mu ke Liang v****a ku, ujar Lita manja.
Tapi kamu kan lagi sakit, ujar Ricky.
Aku udah sehat kok sayang, aku siap ngelayanin kamu, lagian, entah kapan kita bisa melakukan nya lagi, ucap Lita sembari membelai kemaluan Ricky.
Ricky pun cuma bisa pasrah, lalu Ricky Berbaring di lantai kamar mandi, dia pun mulai menjilati v****a nya Lita yang perlahan sudah mulai mengeluarkan pelumas nya.
Lalu Lita segera membalik kan tubuh nya, duduk di pangkuan Ricky sembari mengarahkan p***s Ricky yang sudah sangat keras ke dalam Liang v****a nya, setelah itu Lita mulai menggoyang kan pinggul nya ke atas Dan ke bawah,sementara Ricky meremas remas Dan menghisap p******a Lita.
Ought...
Ought...
Sesekali terdengar desahan Lita,
Setelah beberapa saat, akhir nya mereka sama sama menyemburkan lahar panas masing masing.
Setelah Sejenak Berbaring di lantai kamar mandi, lalu mereka membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Ricky kembali menggendong Lita ke kamar.
Di kamar mereka ber ganti pakaian,
Sayang, panggil Ricky.
Kenapa sayang, jawab Lita.
Aku mau menyimpan pakaian yang Kamu pakai semalam, Kamu simpan juga ya pakaian yang aku kenakan semalam, agak nanti bila aku kangen, aku bisa mencium aroma tubuh mu yang masih menempel di pakaian ini, ujar Ricky.
Lita cuma mengangguk, dia terharu mendengar pengakuan Ricky.
Mereka sudah selesai mengganti pakaian, lalu mereka beranjak pergi dari rumah Ricky.
Peluk yang erat ya sayang, jangan lepas kan, nanti Kamu terjatuh, ucap Ricky.
Ia sayang, jawab Lita sembari mengeratkan dekapan nya.
Tak lama kemudian mereka tiba dirumah nenek nya Lita, Ricky sengaja mampir, dia sengaja ingin melihat ke kasih nya, karena setelah hari ini, entah kapan lagi mereka akan bertemu.
Lita membuatkan Ricky se gelas kopi, sementara Ricky ngobrol dengan nenek dan kakek nya Lita, sementara Lita mengemasi barang barang nya.
Hari sudah pukul sepuluh malam, Ricky minta pamit akan pulang, Lita sengaja mengantar Ricky sampai kehalaman rumah, dia sengaja menutup pintu rumah.
Sayang, aku pulang dulu ya, Kamu besok hati hati selama di perjalanan ya, maaf aku nggak bisa ngantar Kamu, semoga selamat sampai di tujuan, ujar Ricky yang mulai terbata dan berkaca kaca.
Lalu Lita mencium bibir Ricky, mereka ber ciuman dibawah sinar rembulan di tengah keheningan malam.
Lalu mereka berpelukan, tak terasa air Mata mereka sama sama berlinang, mereka akan segera berpisah, dan tak tau kapan bisa bertemu lagi.
Kita sama Sama jaga diri masing masing ya sayang, ujar Lita.
Baik lah sayang, aku pulang dulu, ujar Ricky.
Lalu Ricky menaiki motor, dan perlahan melajukan motor, sambil masih menoleh ke arah Lita, sementara Lita yang berlinang air Mata pun masih menatap Ricky hingga Ricky sudah tak tampak lagi.