Keberangkatan Lita.

1022 Kata
Hari sudah menunjuk kan pukul lima subuh, Lita tengah bersiap siap akan pulang ke medan,dia segera membersihkan diri dan mengganti pakaian. Tak lama kemudian, tepat nya pukul enam, Mobil transport ke bandara pun sudah datang menjemput nya. Lalu dia mengambil ponsel nya, dia menelfon Ricky, untuk sekedar berpamitan. Halo... Bang... Lita berangkat dulu ya, ucap Lita sambil menangis meraung, Iya sayang, Kamu hati hati ya, jawab Ricky yang juga sudah mulai menitik kan air Mata. Ya bang, kita akan tetap berkomunikasi ya bang, meski cuma lewat telfon, ujar Lita. Tentu sayang, aku akan selalu menunggu mu, ujar Ricky. Y udah sayank, Mobil nya udah datang, aku pamit, ujar Lita. Ya sayang, hati hati, kabarin aku kalau Kamu udah sampai di Sana, sahut Ricky. Setelah mengakhiri percakapan, Lita melangkah pelan menuju Mobil yang sedari tadi menunggu nya, sebenar nya dia tidak ingin pulang ke kota nya, dia merasa betah Disini bersama Ricky yang sangat mencintai nya, setelah Lita masuk ke Mobil, Mobil pun segera melaju. Sementara di tempat lain, Ricky hanya bisa terdiam, air Mata mengalir dari Sela Mata nya, lagi lagi ia di tinggal kan kekasih nya, untuk kali ini akan sangat berat bagi Ricky menjalani nya, mengingat hubungan mereka yang sangat mesra selama ini. Ricky hanya bisa ber pasrah, dia berharap agar Lita lekas kembali. Lalu Ricky beranjak ke dapur, membuat segelas kopi hangat, lalu kembali duduk ke kamar, menyeruput segelas kopi sembari menyulut sebatang rokok, dia hanya bermenung. Hari ini dia tidak berangkat kerja, dia hanya ingin menyendiri di rumah. Setelah beberapa jam berlalu, tiba tiba telfon nya berdering, ada satu pesan masuk. Ternyata pesan tersebut dari Lita, dia mengabarkan kalau dia sudah sampai di medan. Syukurlah sayang, Kamu jaga diri baik baik, jaga kesehatan mu juga, balas Ricky. Setelah itu Ricky kembali ber diam diri, dia menatap ke arah jam dinding, waktu begitu lambat berjalan, padahal baru beberapa jam yang lalu Lita berangkat, tapi Ricky sudah sangat merindukan nya. Setelah malam tiba, Ricky pun menelfon Lita, mereka saling ber ucap rindu, saling bertanya kabar, saling menceritakan kegiatan yang mereka lakukan hari ini, komunikasi mereka Terus berlanjut hari demi hari. Tak terasa sudah satu minggu berlalu, Ricky pun mulai menata hidup nya, pagi pagi sekali dia sudah berada di tempat kerja nya, kemudian dia pulang jika hari sudah sore, dan jika malam datang, Ricky pun menelfon Lita seperti hari hari biasa nya. Hingga tak terasa hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan sudah dia lewati tanpa ada Lita di samping nya. Hingga tak terasa sudah tiga bulan Lita meninggalkan nya, Hingga di suatu siang, Lita menelfon, saat itu Ricky tengah Istirahat makan siang, Lita sudah di beri tahu Ricky sebelumnya, kalau pukul dua belas siang Ricky Istirahat makan sampai jam satu siang. Halo bang, Sapa Lita. Halo juga sayang, Kamu lagi ngapain, udah makan siang belum? Tanya Ricky. Aku tadi udah makan sayang, Kamu sendiri udah makan, apa aku mengganggumu, Tanya Lita balik. Sama sekali Kamu nggak ganggu kok sayang, ni aku baru selesai makan, lagi nyantai, jawab Ricky. Kenapa sayang, tumben Kamu nelfon aku siang siang begini, Tanya Ricky. Lalu perlahan Lita mulai bercerita. Aku nggak di terima di kampus yang kemarin tempat aku mendaftar sayang, mungkin tahun depan aku coba lagi, kemarin kemarin aku sibuk nyari kerjaan kesana kemari, namun aku belum mendapatkan pekerjaan, nggak gampang cari kerjaan Disini, sekali pun pelayan toko, ujar Lita. Kamu yang sabar ya sayang, mungkin belum rejeki Kamu, ucap Ricky menghibur. Iya sayang, cuma masalah nya, karena aku nggak kuliah, sementara aku sibuk mencari pekerjaan, ibu ku malah selalu mengomel, karena di Kira nya hari demi hari aku cuma main main, ibu ku meminta ku untuk menikah, dia nanti yang akan mencarikan calon suami, ujar Lita. Menikah,?? Ujar Ricky kaget, Terus aku gimana, hubungan kita gimana, Tanya Ricky dengan sedikit jengkel. Begitu lah sayang, aku tidak mau di nikah kan dengan orang yang tidak aku kenal, atau pun dengan orang yang tidak aku cintai, aku berharap bisa jadi istri mu kelak, ujar Lita. Aku juga berharap Kamu menjadi istriku kelak sayang, ujar Ricky. Setelah terdiam Sejenak, tiba tiba Lita ber ujar. Aku pengen pergi dari medan, aku pengen kembali kerumah nenek ku, disana aku akan cari kerjaan, peluang dapat kerjaan disana lebih bagus, ujar Lita. Ricky cuma diam mendengarkan. Aku akan coba mencari uang, kalau udah ada ongkos, aku akan pergi dari sini, ujar Lita. Karena Ricky yang masih diam mendengar kan, tiba tiba Lita ber celoteh. Sayang, kok Kamu diam aja, Kamu nggak suka ya kalau aku kembali bersama mu, Tanya Lita. Sontak Ricky kaget, lalu berkata. Apa Kamu yakin ingin kembali kesini, Tanya Ricky. Aku yakin sayang, mau ngapain lagi aku Disini, dari pada aku di kawin kan dengan lelaki lain, mending aku pergi saja, ujar Lita. Mmm... Begini saja... Sayang... Sapa Ricky. Ya sayang, jawab Lita. Sekarang kamu kirim kan nomor rekening yang bisa di transfer uang, aku akan ngirim uang untuk membeli tiket, ujar Ricky. Nggak usah sayang, kamu simpan aja uang mu untuk kebutuhan mu, ujar Lita. Kalau kamu nunggu uang terkumpul, kapan akan terkumpul, sementara kamu nggak kerja, mencari kerjaan pun disana susah, Jadi biarkan aku mengirimi mu uang untuk beli tiket, kamu nggak usah khawatir, selama ini aku selalu bekerja di perumahan, aku punya sedikit simpanan, kamu kirim aja nomer rekening nya biar secepat nya aku transfer. Setelah terdiam Sejenak, lalu Lita meng Iya kan perkataan Ricky. Y udah sayang, sudah jam satu, aku lanjutin kerja dulu, kamu baik baik ya disana, I love u sayang, ujar Ricky. Ya sayang, kamu hati hati kerja nya, I love u too, jawab Lita. Lalu Ricky kembali bekerja, dia bekerja dengan sangat bahagia, dia tersenyum sendiri karena mendengar kabar kekasih nya akan kembali bersama nya, dia sudah nggak sabar ingin memeluk tubuh mungil kekasih nya tersebut. Karena suasana hati yang bahagia, dia tak menyadari kalau jam sudah pukul lima, lalu se orang teman kerja nya mengajak nya pulang. Ricky, ayo pulang, udah jam nya ini, kata teman nya tersebut. Iya bang, duluan aja, aku beres beres dulu, jawab Ricky sembari mengemasi perkakas Dan membersihkan badan nya. Tak lama kemudian Ricky pun sudah berada di rumah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN