“Apa yang kamu pikirkan, Rina?” “Oh tidak ada Pa,” jawabnya singkat. “Nama itu sangat cocok dengan wajah kamu, jadi anggaplah nama itu adalah nama panggilan kesayangan dari saya,” ucapnya sangat jelas di telinga Rina. Wanita cantik itu hanya tersenyum kecil, tidak bisa menolak atau pun mengatakan yang sebenarnya. Rina pun hanya pasrah ketika Tuan Agung sudah memutuskan hal itu. “Papa, belum menjawab pertanyaan Raina, apakah Papa akan melakukan hal yang sama jika Raina tidak bisa memberikan seorang anak laki-laki dan Papa akan menikahkan kembali Mas Reno seperti yang Papa lakukan sekarang ini?” “Menurutmu?” “Ya, Raina pikir memang seperti itu,” jawabnya pelan. “Papa yakin kamu akan mendapatkan bayi laki-laki, kamu tidak perlu khawatir.” “Jika tidak , bagaimana Pa?” “Papa akan

