Lima belas menit berlalu akhirnya Rina telah sampai di rumah sakit. Pelayan yang ikut membawa Dina langsung turun dan meminta kereta dorong untuk Dina. Wanita itu pun langsung mendapatkan perawatan intensif. Selang dua jam berlalu Dina sudah ditempatkan di ruang penginapan setelah rangkaian pemeriksaan yang sudah dijalaninya. Cairan infus masih terpasang di lengannya dengan sedikit wajah yang masih pucat. Rina masih menunggui wanita itu sampai kembali siuman. Rina menatap wajah itu, kadang dia merasa kasihan kadang juga merasa kesal jika mengingat apa yang dia lakukan kepada keluarganya. “Kamu tidak boleh meninggal duluan Dina, karena aku masih membutuhkan kamu, jangan harap kamu bisa keluar dari rumah itu sebelum aku merasa puas untuk membalaskan dendamku kepada kamu,” gerutunya dala

