Ketakutan Embun

1019 Kata

Satu Minggu sudah setelah Adhitama sembuh dari sakit. Bu Retno beberapa kali menelepon Adhitama agar segera bulan madu. Namun, Adhitama bersikeras tidak mau melakukan hal itu. Apalagi pernikahannya ini sudah berjalan hampir dua minggu. Adhitama malas jika harus pergi bulan madu dengan Hilya. Juga selama satu minggu ini tubuh Embun semakin lemah. Wajahnya pucat pasi, membuat Adhitama semakin khawatir pada istrinya. Embun memang masih sering merasakan sakit di perut bagian bawah. Dan hal itu kadang juga membuat Embun takut serta khawatir. “Sayang kamu makin hari makin pucet gini. Kamu beneran nggak apa-apa? Aku antar ke dokter, ya,” ucap Adhitama menatap wajah Embun. Embun hanya menggeleng dan mencoba tersenyum. “Aku nggak apa-apa, Mas. Nanti aku ke dokter sendiri, kan ada Hilya. Biar d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN