Adhitama Sakit

1663 Kata

Hari ini, Adhitama pulang lebih awal. Dia merasa seperti tak enak badan. Sebenarnya dia malas pulang karena sudah tahu kalau di rumah tidak ada Embun. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang karena kepalanya terasa pusing. Badannya seperti meriang. Setelah melalui perjuangan, akhirnya dia tiba juga di rumah. Adhitama memarkirkan mobilnya di garasi, setelah itu dia langsung memencet bel rumahnya. Hilya yang sedang di ruang tengah pun langsung bergegas untuk membuka pintu. Ketika membuka pintu, Hilya terkejut karena melihat wajah Adhitama yang pucat. Dia memegang pelipis kepalanya. Hilya pun berusaha untuk memapahnya, tetapi Adhitama menolak. “Lepas! Aku bisa sendiri!” sentak Adhitama. Hilya mendesah pelan. Padahal dia ingin menjadi seorang istri yang peduli pada suaminya. Namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN