Sangat Kecewa dan Terluka

1510 Kata

Waktu semakin merangkak menuju malam. Jam menunjukkan pukul 21.00. Embun masih setia menanti Adhitama, seperti dulu sebelum hadirnya Hilya. Dulu saat Embun ketahuan ketiduran di ruang tengah karena menunggu Adhitama pasti akan digendong ke kamar. Dulu Adhitama sangat memperlakukan Embun dengan begitu baik, berbeda dengan sekarang. Tak lama terdengar langkah menaiki tangga. Embun langsung menoleh ke arah asal suara. Tampak Adhitama yang sepertinya lelah. Kamar Hilya sudah tertutup, sepertinya dia sudah tidur. Ya, karena Embun sudah meminta izin pada Hilya agar malam ini Adhitama menemani Embun. Sebenarnya hal itu tak perlu dilakukan, karena sudah kewajiban Adhitama berlaku adil pada kedua istrinya. Saat Adhitama melihat Embun yang dengan rela menunggunya, tampak raut kasihan di wajahnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN