Operasi Embun

1504 Kata

Keesokan harinya, Embun dibawa ke ruang operasi untuk menjalani pengangkatan kista beserta rahim. Sebelum dibawa ke ruang operasi, Embun meminta doa restu pada Adhitama suaminya juga pada Hilya. “Semoga operasinya berjalan lancar Mbak. Entar aku kabari Bu Asih, supaya ikut mendoakan Mbak Embun.” Hilya menggenggam tangan Embun dengan erat. Hilya memberi kekuatan pada Embun. “Nggak usah Hilya. Aku takut Bu Asih bingung dan khawatir. Nanti dia bingung mau ke sini.” Embun menatap Hilya dengan sedih. “Biar banyak yang mendoakan Mbak, biar operasinya berjalan lancar,” ucap Hilya. “Benar yang dikatakan Hilya, Sayang. Biar aku saja nanti yang hubungi Bu Asih.” Adhitama menimpali. Embun pun hanya pasrah. Dia menurut saja. Lalu, Adhitama mencium kening Embun. Mata Adhitama berkaca-kaca. Hilya y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN