Bab 66

1148 Kata

“Pak Langit,” panggil Seli mengejar langkah panjang Langit. “Pak, tunggu!” Tanpa mengeluarkan suara Langit berbalik dan menatap datar gadis yang mengganggu acara melamunnya di tengah perjalanan. “Apa yang Bapak lakukan pada bu Rindu?” Langit mengernyit. “Maksud kamu?” “Bu Rindu pingsan, Pak. Tolongin!” Nada bicara Seli meninggi terlihat sekali khawatir membuat Langit seketika menghampiri ruangan yang baru saja ditinggalkannya. Benar saja, Rindu tergolek di tanah dalam keadaan tak sadarkan diri. “Rindu!” Langit menepuk-nepuk pipi sang istri. “Rindu bangun, Sayang.” Perasaan khawatir mulai menjalar memenuhi hati. Langit mengangkat tubuh sang istri kemudian membawanya ke luar ruangan. “Tolong bukain pintunya, Sel.” Seli mengangguk melaksanakan titah suami bosnya. “Bapak mau bawa bu Rind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN