“Aku udah lakuin apa yang kamu bilang. Aku sambut kamu di depan pintu. Tapi apa yang aku dapet?” Rindu bertanya sambil terus menekan air matanya. Langit pikir mudah menahan kesal karena melihat suami lebih suka memberikan senyum pada wanita lain? Senyum penuh arti yang bahkan bisa ditangkap oleh orang yang belum terlalu mengenal cinta. Langit sangat sadar karena dia sengaja melakukan itu agar Rindu tersakiti. Ternyata berhasil. Tentu saja karena dia merasa sang istri sangat mencintainya sama seperti cintanya pada gadis itu. Membuat segaris lengkung sinis terbit di bibir Langit. “Emang apa yang kamu harap dari pernikahan sialan ini, huh?” “Aku nggak pernah menginginkan pernikahan ini.” Benar, kan? Jika bukan karena Rere yang menahannya, Rindu sudah pergi dari rumah itu sebelum pernikahan

