Langit POV Aku terpaku menatap istri yang kucintai hilang di balik pintu gerbang. Benarkah dia senekat itu? Walau aku tahu dia memiliki mantan suami kaya raya. Tapi mereka kan cuma mantan. Atau jangan-jangan mereka masih berhubungan? Ah, pantas saja dia begitu percaya diri keluar dari rumah. Mungkin Morgan selalu ada di belakangnya. Tidak terbersit sedikit pun dalam benakku untuk berpisah darinya meski aku akui pernikahan kami terkesan terpaksa dilakukan. Aku hanya ingin dia membela diri saat terus ku tekan. Menghiba, memohon agar aku memberinya kesempatan. Tapi ternyata tidak. Dia hanya menurut seakan memperkuat pikiran burukku tentangnya. Yah, aku memiliki pemikiran buruk. Berpikir anak yang dikandungnya adalah anak mantan suaminya. Bukankah sangat mungkin? Tidak salah kan aku berpikir

