Rindu POV Aku menoleh sekali lagi pada rumah mewah di belakangku. Di sana, di sudut ruang tamu dari tirai yang tersibak pada jendela terbuka, aku melihat sosok yang memberi luka parah di hatiku. Menatap tajam ke arahku yang melangkah menjauh. Dapat aku lihat dia berdiri dengan tangan mengepal seolah menahan amarah yang menggelegak. Tentu saja karena mas Langit sedang marah padaku. Entah untuk alasan apa dia marah. Aku ketawa-ketiwi bersama seorang pria, konon? Baru tertawa, bukan bulan madu ala pasangan selingkuh seperti yang dilakukannya bersama Anyelir di Berlin. Lalu apa kabar dengan hatiku? Apa dia pikir hatiku terbuat dari bata merah sehingga tidak mampu merasakan sakit? Tidak, aku tidak akan bertahan lagi. Sudah cukup hatiku dibuat hancur berkeping-keping. Wanita mana yang sanggup

