“Selamat datang, Bu Rindu,” sapa Mr. Imagawa yang datang lebih dulu. Rindu melirik benda mungil di pergelangan tangannya. Pukul empat belas kurang empat menit. Masih tersisa empat menit sebelum waktu yang dijanjikan. Dia belum terlambat bukan? “Selamat siang, Mr,” balas Rindu menerima uluran tangan sang rekan kemudian beralih pada istrinya. Mr. Imagawa memang kerap kali mengajak Dinda, sang istri saat ada pertemuan bisnis seperti ini. Mereka berbasa basi sebentar kemudian mulai serius membahas kerjasama. Sesekali Seli sibuk mencatat hasil pembicaraan keduanya. Hingga satu jam ke depan topik berganti. Mereka membahas hal random. Ini dimulai dari Dinda. Wanita asal Bandung itu dikenal dengan wanita yang supel sehingga apapun yang menjadi obrolan terasa mengalir dan menyenangkan. “Saya ti

