Setelah dijelaskan duduk permasalahannya, mereka akhirnya bisa berdamai. Namun Langit harus menahan marah karena Bayu tidak bersedia memberi tahu keberadaan Rindu. “Di mana Rindu sekarang?” tanya Langit tidak sabar. Sejak tadi pertanyaannya dibalas dengan omongan tidak penting sopir pribadi itu. “Maaf, Pak Langit sebaiknya anda cari sendiri karena saya nggak akan ngasih tahu keberadaan mbak Rindu.” “Nggak masalah, aku akan cari sendiri.” Walau kesal bukan main Langit berusaha menahan. Jangan sampai iblis dalam hatinya kembali muncul dan membuat keributan. Dia cukup malu berperilaku kasar di depan pak Catur sebelumnya. “Kalau saran saya sih sebaiknya anda jauhi mbak Rindu.” “Apa maksud kamu?” Enak saja menjauhi Rindu. Cintanya sedalam itu. Bayu pikir untuk apa Langit menyempatkan diri

