Seperti yang sudah direncanakan, siang ini Langit tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo. Dia terbang sendiri ke kota itu untuk mencari sang istri. Berdasarkan informasi, Niken tinggal di desa yang hanya berjarak kurang lebih tujuh setengah kilometer dari bandara dan hanya membutuhkan waktu lima belas menit dengan mobil. Membayar ongkos taksi, Langit sampai di desa tujuan. Dia turun kemudian bertanya pada salah satu warga. Tidak sulit untuk sampai ke rumah yang maksud karena Niken berasal dari keluarga yang cukup dikenal warga sekitar. Hanya saja Langit harus menelan kekecewaan saat mendengar rumah itu sudah dijual sejak berpuluh tahun lalu setelah kakek dan nenek Rindu meninggal dunia. “Jadi bu Niken udah nggak pernah dateng ke sini, Pak?” tanya Langit pada pria paruh baya yang meng

