“Sial!” umpat Langit kesal. Sudah berminggu-minggu pencarian dia belum juga menemukan keberadaan sang istri. Bahkan orang kepercayaannya tidak juga memberinya kabar baik padahal untuk urusan mencari informasi Dani adalah yang tercepat. “Kamu ke mana Rindu?” gumamnya menarik pelan rambut di kepala menjadikannya berantakan. Setumpuk berkas sama sekali tidak menarik perhatian Langit. Dia lebih memilih menghabiskan waktunya dengan melamun. Berbicara sendiri seperti orang gila. Kadang-kadang dia akan mengomel saat pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang yang sekedar meminta tanda tangan. “Pak, saya mau mengingatkan besok pagi kita ada meeting di luar.” Seperti ini contohnya. Saat Faye tetap membuka pintu setelah mengetuk beberapa kali walau tanpa dipersilakan masuk dan hanya memberikan info

