Pagi-pagi sekali Faye sudah tiba di teras rumah Rere. Dengan dalih menjemput sang bos yang konon mobilnya mogok di jalan sejak semalam, gadis berparas cantik itu nekat mengetuk pintu. “Pak Langitnya ada?” tanyanya pada mbok Darmi yang membuka pintu. “Ada. Maaf dengan siapa?” Faye belum dikenal dalam keluarga itu kecuali Rere dan Rindu. “Saya sekretaris pak Langit.” “Oh, monggo masuk dulu, Mbak.” Mbok Darmi berpamitan setelah mempersilakan tamunya masuk kemudian menghampiri kamar Langit. Pintu dibuka menampilkan wajah sendu Rindu. “Ada apa, Mbok?” Tidak biasanya simbok mengetuk pintu kamarnya pagi-pagi begini. “Anu, Mbak, ada sekretaris mas Langit di ruang tamu.” Rindu mengernyit. “Faye? Ngapain pagi-pagi ke sini?” “Kurang tahu, Mbak tapi dia nanyain mas Langit.” Orang yang dibicar

