Bab 54

1337 Kata

Masih sama dengan hari sebelumnya. Rindu dan Langit tidak banyak berbicara. Sore tadi pria itu pulang diantar kembali oleh Faye. Sekretaris Langit itu dengan tak tahu malu memberikan tatapan menggoda pada Langit membuat Rindu yang mengintip dari balik tirai jendela ruang tamu jengah. Malam ini pun sama. Langit sudah bersiap dengan setelan formal. Sebaris senyum penuh kebahagiaan Rindu tangkap dari wajah tampan itu dari pantulan cermin. Rindu tahu, Faye adalah alasan sang suami membingkai indah wajahnya dengan senyum menawan itu. Tidak ingin berbasa basi atau sekedar mengantar Langit dengan senyuman, Rindu melipir ke kamar mandi menunggu sang suami berangkat. Malas rasanya harus mengikuti drama yang terus Langit dan perempuan itu mainkan. “Aku berangkat dulu, Ma,” pamit Langit menghampir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN