Bab 85

1224 Kata

Riuh tawa terdengar begitu Langit masuk rumah. Rupanya semua anggota keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga kecuali duo simbok. Ada Rere dan Lingga yang tampak memberikan godaan. Istrinya yang terlihat anteng namun penuh senyum. Juga Senja dan Dani yang sepertinya menjadi objek pembicaraan mereka. “Rame banget,” sapa Langit menghentikan tawa semua orang. “Hey, dari mana kamu?” Lingga bertanya. Dari sore hingga sekarang bada isya sang putra baru kelihatan batang hidungnya. “Nyari sesuatu, Pa,” balas Langit berjalan menghampiri Rindu. Duduk tepat di kaki sofa. Menyandarkan kepala di paha sang istri. Menarik tangan yang bertumpu di paha itu untuk mengusap kepalanya. Sontak perilakunya mengundang geleng kepala yang melihat. Ingin terlihat romantis atau bikin malu? Langit bahkan tidak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN