Bab 84

1142 Kata

Anyelir tersenyum mendapati Langit berdiri memperhatikan potret dirinya bersama sang mama dalam sebuah pigura yang cukup besar. Jangan tanya kenapa pria itu bisa masuk karena Anyelir sengaja membuka pintu apartemen saat dirinya mandi. Dan itu cukup menggelitik hati Langit. Bukankah Anyelir sedang diliputi kekhawatiran diintai oleh Morgan. Lalu kenapa pintu unit dibuka? “Hai, kamu dateng lima menit lebih cepet dari yang aku perkiraan,” kekeh Anyelir memperlihatkan tubuh seksinya dalam balutan sebuah dress yang cukup transparan. “Sepertinya.” Pria itu menoleh menanggapi. Jika melihat pemandangan ini sebelum mereka berpisah mungkin Langit akan langsung menerkam wanita yang sengaja menggodanya itu. Namun di mata pria itu sekarang Anyelir tidak lebih menarik dari istrinya. Dan terlihat memua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN