“Astaga!” Refleks Rindu menutup wajah dengan kedua tangan. Bagaimana tidak? Di balik pintu lemari yang tidak dirinya perhatikan sebelumnya, Dani berdiri dengan bertelanjang d**a dan hanya membelit bagian bawah tubuhnya dengan selembar handuk. “Dani!” pekik Rindu tanpa menurunkan tangan. “Iya, saya Dani, Mbak. Mbak Rindu ngapain di sini?” tanyanya bingung. “Kamu ngapain di sini?” Rindu balas bertanya. Jelas-jelas itu kamar Rindu sebelumnya kenapa tiba-tiba ada Dani di dalamnya? “Saya diminta pak Lingga tinggal di sini buat jaga rumah sampai kondisi benar-benar aman.” Tanpa rasa bersalah Dani membalas bahkan tidak berniat menutupi bagian atas tubuhnya yang terekspos sempurna. “Hahaha, itu definisi malu bertanya sesat di kamar.” Dari arah pintu Langit tergelak. Bisa-bisanya Rindu masuk k

