Bab 89

1205 Kata

Langit melirik penunjuk waktu pada gawai yang tersimpan apik di meja ruang tengah. Sudah hampir jam dua dan netranya masih betah terjaga. Bukan karena tidur tidak pada tempat yang seharusnya hanya saja dia terbiasa nyaman dalam dekap sang istri hampir dua bulan belakangan. Rasanya ada yang hilang saat tidur sendiri seperti ini. Baru akan beranjak, dia dikagetkan dengan suara dering ponsel. Kurang ajar sekali Dani menghubunginya tidak mengenal waktu. “Bos, Anyelir dan bu Laura sudah kembali,” lapornya di seberang begitu tombol hijau di layar ponsel Langit geser. Dani sudah tidak tinggal di rumah itu semenjak beberapa pekan terakhir. “Hmm.” Langit membalas dengan gumaman menunjukkan ketidaksukaannya. Dani yang peka segera menanggapi, “Maaf, Bos lapor tengah malam gini.” Dani hanya melaks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN